Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PROFILAKSIS GRANULOCYTE COLONY STIMULATING FACTOR (G-CSF) TERHADAP TERJADINYA NETROPENIA PADA PASIEN LIMFOMA NON HODKIN DENGAN REGIMEN KEMOTERAPI CHOP
Pengarang
dr. Zurriaty Savitri - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1507601020017
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Pendahuluan: Limfoma Non-Hodgkin (LNH) merupakan keganasan primer yang timbul dari sel-sel sistem kekebalan tubuh dan bermanifestasi sebagai limfadenopati atau tumor padat. Kemoterapi merupakan modalitas tatalaksana LNH yang terbukti dapat menurunkan mortalitas dan mortalitas penderita. Namun komplikasi yang umum terjadi akibat kemoterapi adalah kejadian neutropenia yang dapat memperburuk kondisi penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh pemberian profilaksis Granulocyte Colony Stimulating Factor (G-CSF) terhadap terjadinya netropenia pada pasien kemoterapi dengan regimen CHOP.
Metode: Penelitian ini termasuk studi clinical trial dengan desain cross over. Penderita LNH yang terlibat sebagai subjek penelitian akan dibedakan menjadi dua kelompok yakni kelompok dengan dan tanpa pemberian GCSF. Pada siklus kemoterapi berikutnya, kelompok yang awalnya mendapat GCSF akan di tukar menjadi kelompok yang tidak mendapat GCSF dan sebaliknya. Dilakukan evaluasi Absolute Neutrofile Count (ANC) setelah 3 hari perlakuan. Analisis Wilcoxon Rank test digunakan dengan tingkat kepercayaan 95%.
Hasil: sebanyak 20 penderita LNH terlibat dalam penelitian ini dengan rata-rata usia 56 tahun yang didominasi oleh jenis kelamin laki – laki (57,9%). Nilai ANC penderita LNH dengan pemberian GCSF signifikan lebih tinggi dibandingkan tanpa pemberian GCSF dengan rerata 13.920 (p < 0,001). Terjadi peningkatan nilai ANC yang bermakna antara sebelum pemberian (4326,8) dan setelah pemberian GCSF (12.400).
Kesimpulan: Kadar ANC pada penderita LNH yang menjalani kemoterapi dengan profilaksis primer GCSF lebih tinggi dibandingkan yang tidak menerima profilaksis GCSF.
Pemberian profilaksis primer GCSF potensial untuk mencegah kejadian neutropenia pada penderita LNH yang menjalani kemoterapi dengan regimen CHOP.
Kata Kunci: Limfoma Non-Hodgkin, prfilaksis primer, neutropenia, Granulocyte Colony
Stimulating Factor
Tidak Tersedia Deskripsi
TINGKAT KEJADIAN PANSITOPENIA PASCA KEMOTERAPI RNPADA PASIEN LIMFOMA MALIGNA DI RSUD RNDR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (MELSA DANELLA, 2025)
PERBEDAAN NILAI ABSOLUTE NEUTROPHIL COUNT PRE DAN POST KEMOTERAPI PADA PASIEN LIMFOMA MALIGNA DEWASA DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (NURUL MUTIARANI, 2025)
PENGARUH PEMBERIAN REGIMEN BERBASIS DOKSORUBISIN TERHADAP FUNGSI JANTUNG PASIEN KANKER DI RSUDZA BANDA ACEH (Mikyal Bulqiah, 2014)
PENGARUH PEMBERIAN REGIMEN BERBASIS DOKSORUBISIN PADA PASIEN KANKER DI RSUDZA (Mikyal Bulqiah, 2016)
PERBEDAAN KADAR UREUM DAN KREATININ SEBELUM DAN SESUDAH KEMOTERAPI BERBASIS CISPLATIN PADA PASIEN KANKER DI RSUDZA BANDA ACEH (Lia Shuban Asmuniati, 2014)