<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94596">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN KAVITASI DAN ALIRAN GETAR PADA SALURAN PELUNCUR MODEL FISIK BENDUNGAN KRUENG KLUET KABUPATEN ACEH SELATAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SHAFA SAFIRA KAMAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Saluran peluncur merupakan salah satu bagian dari bendungan yang rentan terhadap bahaya hidrolis seperti kavitasi dan aliran getar. Kavitasi dapat membahayakan lantai dasar saluran peluncur akibat gerusan. Aliran getar dapat mengakibatkan ketidakrataan aliran pada kaki peluncur sehingga terganggu nya stabilitas pelimpah. Oleh karena itu, diperlukan uji model fisik guna meminimalisir biaya pada saat pembangunan konstruksi Bendungan Krueng Kluet di lapangan. Metode penelitian yang digunakan ialah studi model fisik dengan skala tak distorsi 1:60. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui nilai kavitasi dan nilai aliran getar terhadap keamanan bendungan. Debit pengaliran yang digunakan pada penelitian ini ialah debit Q2th, Q5th, Q10th, Q25th, Q50th, Q100th dan Q1000th. Metode analisis yang digunakan untuk kavitasi yaitu dengan menghitung indeks kavitasi lalu menggolongkan ke dalam tingkat kerusakan yang terjadi dan metode analisis aliran getar menggunakan grafik hubungan Vendernikov dan Montouri. Parameter yang diukur dalam penelitian ini berupa pengukuran profil aliran, pengukuran kecepatan aliran, dan pengukuran tinggi tekan. Hasil analisis kavitasi menunjukkan bahwa section 1 pada semua debit pengaliran tidak terjadi kerusakan akibat kavitasi dengan nilai indeks kavitasi lebih tinggi dibandingkan dengan section lainnya. Nilai indeks kavitasi maksimum terjadi pada debit Q50 section 1 dengan nilai sebesar 2,485 dan nilai indeks kavitasi minimum terjadi pada Q100 dengan nilai sebesar 0,275. Hasil pada analisis aliran getar menunjukkan bahwa tidak terjadinya aliran getar, dengan bilangan Vendernikov dan bilangan Mountouri berada pada area tanpa aliran getar.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94596</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-30 12:35:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-30 14:34:22</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>