AKSESIBILITAS PARIWISATA UNTUK DISABILITAS DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

AKSESIBILITAS PARIWISATA UNTUK DISABILITAS DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

NAZIRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1710104010044

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Ilmu Pemerintahan (S1) / PDDIKTI : 65201

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

353.539

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Banda Aceh memiliki berbagai potensi wisata baik itu wisata bahari, wisata religi, wisata sejarah, wisata edukasi, wisata kuliner, wisata budaya, dan lainnya. Adanya potensi yang dimiliki dapat menjadi fokus Kota Banda Aceh untuk terus mengupayakan adanya akses dan infrastruktur destinasi wisata yang ramah bagi penyandang disabilitas. Dalam penyediaan akses yang ramah disabilitas, maka penelitian ini merujuk pada Pasal 4 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30 Tahun 2006 tentang pedoman teknis fasilitas dan aksesibilitas pada bangunan gedung dan lingkungan, yang menyatakan bahwa terdapat beberapa persyaratan teknis fasilitas dan aksesibilitas pada bangunan gedung dan lingkungan diantaranya meliputi, ukuran dasar ruang, jalur pedestrian, jalur pemandu, area parkir, pintu, toilet, rambu dan marka. Akan tetapi beberapa tempat wisata yang ada di Kota Banda Aceh belum sepenuhnya menyediakan fasilitas berdasarkan persyaratan tersebut. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan aksesibilitas pariwisata bagi penyandang disabilitas serta hambatan dalam penyediaan aksesibilitas. Data yang di dapat kemudian dianalisis menggunakan teori aksesibilitas yang dikemukakakan oleh John Black. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyediaan aksesibilitas wisata yang telah disediakan belum terlaksana dengan baik karena fasilitas yang disediakan belum sepenuhnya mengikuti pedoman teknis fasilitas dan aksesibilitas. Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman pengelola wisata dalam perencanaan awal pembangunan pariwisata. Sehingga akses yang disediakan tidak optimal dan sesuai dengan pedoman yang telah ada. Selain dari aktor pemerintah, keberadaan aktor masyarakat yang menyalahgunakan fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas juga mempengaruhi terhadap fungsi aksesibilitas. Kedua aktor ini mempengaruhi terciptanya aksesibilitas yang ramah bagi disabilitas. Sehingga dalam penelitian ini diharapkan kepada Pemerintah melalui Pengelola wisata agar dapat mengoptimalkan pembangunan wisata yang sudah ada, atau menambah fasilitas aksesibilitas yang belum tersedia agar lebih ramah bagi wisatawan penyandang disabilitas sesuai dengan peraturan pedoman teknis fasilitas dan aksesibilitas pada bangunan gedung dan lingkungan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK