<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94327">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK TEMBAKAU (NICOTIANA TABACUM) TERHADAP KONDISI HISTOLOGI IKAN CUPANG (BETTA SPLENDENS)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HAIKAL FARUQI SALTAS</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tujuan dalam penelitian ini untuk menentukan dosis ekstrak tembakau yang optimal dalam anestesi dan melihat efek anastesi terhadap ikan cupang (Betta splendens). Ikan uji yang digunakan pada penelitian ini adalah ikan cupang (Betta splendens) berumur 4 bulan dengan ukuran 2-4 cm dengan waktu perlakuan tiga hari. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan tiga kali ulangan. Perlakuan yang diuji adalah ekstrak tembakau dengan dosis kontrol, 0,01 ml/L,0,02 ml/L, 0,03 ml/L, 0,04 ml/L, 0,05 ml/L, dan 0,1 ml/L. Perendaman ikan cupang ini dilakukan dengan kepadatan satu ekor untuk setiap wadah perlakuan. Uji ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi ekstrak tembakau tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup dan glukosa darah (P&gt;0,05). Tetapi berpengaruh terhadap kondisi histologi insang dan hati ikan cupang. Glukosa darah menurun pada penambahan ekstrak tembakau 0,01 ml/L sampai dengan 0,03 ml/L, namun meningkat kembali melampaui nilai kontrol pada konsentrasi  0,04 ml/L sampai dengan 0,1 ml/L. Warna ikan cupang setelah 3 hari perlakuan menunjukkan rata-rata warna cerah, dan hanya pada dosis kontrol sedikit pucat. Kondisi sirip ikan cupang setelah 3 hari perlakuan hanya pada dosis 0,1 ml/L,0.02 ml/L, 0,03 ml/L, dan 0,1 ml/L dalam keadaan normal, namun pada dosis kontrol, 0,04 ml/L, dan 0,05 ml/L sirip mengalami sedikit kerusakan.&#13;
Kata kunci : Ikan cupang, ekstrak tembakau, Kelangsungan hidup, glukosa darah, histologi&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94327</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-23 16:02:10</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-27 14:54:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>