PENGARUH FRAKSI EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) TERHADAP KUALITAS DAN PENERIMAAN PRODUK MINUMAN SARI BUAH BELIMBING WULUH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH FRAKSI EKSTRAK BUAH BELIMBING WULUH (AVERRHOA BILIMBI L.) TERHADAP KUALITAS DAN PENERIMAAN PRODUK MINUMAN SARI BUAH BELIMBING WULUH


Pengarang

KHALISA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1705106010034

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Teknik Pertanian (S1) / PDDIKTI : 41201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Buah belimbing wuluh sering dibiarkan busuk di pohon atau dibiarkan jatuh ke tanah. Rasa buah belimbing wuluh yang masam menyebabkan tidak banyak orang yang mengkonsumsi buah ini dalam keadaan segar. Buah belimbing wuluh selain dikonsumsi segar juga dapat diolah menjadi berbagai macam produk minuman atau makanan seperti, sirup, selai, minuman sari buah. Belimbing wuluh adalah salah satu komoditi yang tidak mempunyai nilai jual yang tinggi, walaupun banyak memiliki khasiat. Buah belimbing wuluh diolah menjadi minuman sari buah dikarenakan buahnya memiliki kandungan air yang tinggi sehingga sangat cocok diolah menjadi minuman sari buah. Melalui penelitian ini diharapkan masyarakat mendapat informasi mengenai pembuatan minuman belimbing wuluh. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan buah belimbing wuluh sebagai minuman sari buah belimbing wuluh. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji variasi fraksi ekstrak buah belimbing wuluh terhadap kualitas dan tingkat penerimaan konsumen.
Alat yang digunakan pada penelitian ini meliputi pisau, baskom, timbangan, hand refraktometer, termometer, corong, kain saring, pH meter, gelas ukur, gelas erlemenyer, buret, pipet tetes, beaker glass, botol kaca, alat penutup botol, kertas label, cawan petri, dan perangkat uji organoleptik. Bahan yang digunakan pada penelitian ini meliputi buah belimbing wuluh, air, gula pasir, phenolpthalein 1%, NaOH 0,1%, pati 1%, iodin 0,01 N, asam sulfat 10%. Fraksi ekstrak buah yang digunakan yaitu K1= 50 mL, K2= 100 mL, K3= 150 mL dan K4= 200 mL. Pengukuran parameter minuman sari buah belimbing wuluh meliputi vitamin C, pH, Total padatan terlarut, antioksidan, menggunakan Teknik Analisa data Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, dan organoleptik (warna, aroma, rasa, dengan menerapkan salah satu metode dari teknik pengambilan keputusan yaitu Metode Perbandingan Eksponensial (MPE).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis sidik ragam didapat faktor fraksi ekstrak belimbing wuluh berpengaruh nyata terhadap pH dan total padatan terlarut. Sedangkan vitamin C tidak berpengaruh nyata. Berdasarkan penilaian menggunakan MPE dari hasil uji organoleptik didapati bahwa minuman belimbing wuluh dengan fraksi ekstrak buah 100 ml (B) merupakan hasil yang paling tinggi tingkat penerimaan yakni sebesar 5,446. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat direkomendasikan bahwa produk minuman belimbing wuluh yang terbaik untuk diproduksi adalah pada fraksi ekstrak buah 100 ml.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK