<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94222">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS SPASIAL KEBUN KOPI DAN POTENSI PENGEMBANGANNYA DI KABUPATEN ACEH BARAT DAN ACEH JAYA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>GITA RAHMA SARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Gita Rahma Sari. 1705108010011. Analisis Spasial Kebun Kopi dan Potensi&#13;
Pengembangannya di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya. Di bawah bimbingan&#13;
Abubakar Karim sebagai pembimbing utama dan Muhammad Rusdi sebagai&#13;
pembimbing anggota. &#13;
RINGKASAN &#13;
Kopi termasuk salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran cukup penting.&#13;
Hal ini disebabkan kopi dapat menjadi produk ekspor yang dapat menambah pemasukan&#13;
Negara. Kopi yang banyak dibudidayakan masyarakat di Aceh yaitu kopi jenis arabika dan&#13;
robusta. Kopi jenis robusta banyak ditanam di dataran rendah yaitu pada ketinggian 0 –&#13;
1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Hal ini sesuai dengan kondisi biofisik wilayah&#13;
Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya yang berada pada dataran rendah. Namun sayangnya&#13;
sekarang ini kebun kopi di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya kondisinya tidak terurus&#13;
lagi. Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya memiliki wilayah yang berpotensi untuk&#13;
dilakukannya pengembangan. Wilayah yang dapat dilakukannya pengembangan ialah&#13;
wilayah yang termasuk dalam kawasan budidaya. Kawasan budidaya yang sangat besar&#13;
potensinya untuk dikembangkan salah satunya yaitu pada sektor pertanian. Oleh karena itu,&#13;
perlu adanya kajian tentang analisis spasial kebun kopi dan potensi pengembangannya di&#13;
Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya dengan tujuan mengetahui luas dan memetakan&#13;
penyebaran kebun kopi di Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya dan mengetahui luas dan&#13;
memetakan lahan yang dapat dikembangkan kebun kopi di Kabupaten Aceh Barat dan&#13;
Aceh Jaya.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan metode survei.&#13;
Penelitian ini terdiri atas tiga tahap yaitu tahap persiapan, pra analisis dan tahap analisis.&#13;
Analisis yang dipakai yaitu analisis spasial. Data hasil kebun kopi diperoleh dari&#13;
interpretasi citra dengan menggunakan teknik klasifikasi visual on screen sedangkan&#13;
potensi pengembangan kebun kopi diperoleh dari ovelay dengan kaidah union antara kebun&#13;
kopi dengan peta ketinggian, peta lereng, peta penggunaan lahan dan peta pola ruang&#13;
Kabupaten Aceh Barat dan Aceh Jaya.&#13;
Hasil interprtasi citra dengan teknik klasifikasi visual on screen didapatkan luasan&#13;
kebun kopi di Kabupaten Aceh Barat seluas 579 ha dengan 45 hamparan dan luasan kebun&#13;
kopi di Kabupaten Aceh Jaya sebesar 1.978 ha dengan 46 hamparan. Luasan kebun kopi di&#13;
Kabupaten Aceh Barat terbesar terdapat pada Kecamatan Arongan Lambalek seluas 109,84&#13;
ha (18,97%) dan hamparan kebun kopi terkecil terdapat pada Kecamatan Samatiga seluas&#13;
8,12 ha (1,40%). Luasan kebun kopi di Kabupaten Aceh Jaya terbesar terdapat pada&#13;
Kecamatan Indra Jaya seluas 530,66 ha (26,83%) dan hamparan kebun kopi terkecil&#13;
terdapat pada Kecamatan Pasie Raya seluas 39,10 ha (1,89%). Potensi lahan yang&#13;
dikembangakan kebun kopi di Kabupaten Aceh Barat seluas 3.605,21 ha (1,23%) dan&#13;
lahan yang memiliki potensi dikembangkannya kebun kopi tertinggi terdapat di Kecamatan&#13;
Meureubo seluas 515,19 ha (14,29%) dan lahan yang memiliki potensi dikembangkannya&#13;
kebun kopi terendah terdapat di Kecamatan Panton Reu dengan luas 87,82 ha (2,44%).&#13;
Potensi lahan yang dikembangkan kebun kopi di Kabupaten Aceh Jaya seluas 1.539,23 ha&#13;
(0,40%) dan lahan yang memiliki potensi dikembangkannya kebun kopi tertinggi terdapat&#13;
di Kecamatan Indra Jaya seluas 429,26 ha (27,89%) dan lahan yang memiliki potensi&#13;
dikembangkannya kebun kopi terendah terdapat di Kecamatan Pasie Raya dengan luas&#13;
34,12 ha (2,22%).&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COFFEE - AGRICULTURE</topic>
 </subject>
 <classification>633.73</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94222</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-22 16:47:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-17 11:26:21</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>