<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94215">
 <titleInfo>
  <title>IDENTITAS BUDAYA DALAM KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA PADA MAHASISWA PESISIR DAN MAHASISWA PEGUNUNGAN ACEH SINGKIL DI BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Irvan Maulana</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perbedaan  budaya  menjadi  salah  sau  pemicu  timbulnya  ketidak  cocokan  antara suatu  daerah  dengan  daerah  lainnya.  Salah  satu  perbedaan  budaya  dikalangan masayarakat  Aceh  Singkil  berupa  bahasa.  Perbedaan  bahasa  akan  memicu kesalahpahaman  diantara  sesama.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui  peran identitas  budaya  dalam  komunikasi  antar  budaya  disuatu  Himpunan  Mahasiswa Aceh  Singkil.  Metode  penelitian  yang  digunakan  berupa  pendekatan  kualitatif. Analisis  pada  peneltian  ini  dilakukan  berdasarkan  pada  teori  identitas  budaya.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  budaya  dalam  komunikasi  antar  budaya khsuusnya di  Aceh Singkil memiliki berbagai ragam budaya seperti bahasa yang berbeda-beda. Perbedaan bahasa ini seperti di daerah pesisir menggunakan bahasa jamee  (melayu)  dan  daerah  penggunungan  menggunakan  bahasa  kade-kade. Perbedaan  budaya  dalam  berbahasa  ini  berperan  penting  dalam  meningkatkan aktivitas  sosial  di  kalangan  mahasiswa,  dikarenakan  dapat  berbaur  dan  saling mengetahui  kelebihan  dan  kekurangan  dari  daerah  masing-masing.  Perbedaan budaya (bahasa) di Aceh Singkil berperan penting dalam meningkatkan keakraban antar sesama, akan tetapi masih ada kesalahpahaman antara daerah pesisir dengan penggunungan.  Hal  ini  disebabkan  oleh  gaya  bahasa  yang  berbeda,sehingga kesalaha  pahaman  dalam  menangkap  isi  pesan  atau  komunikasi  yang disampaikan.  Peran  identitas  budaya  antar  budaya  di  kalangan  mahasiswa  Aceh Singkil  yang  ada  di  Banda  Aceh  ini  bertujuan  untuk  menciptakan  komunikasi yang efektif, sehingga akan saling membutuhkan satu sama lainnya.   Kata  kunci:  Identitas  Budaya,  Komunikasi  Antar  Budaya  dan  Mahasiswa  Aceh Singkil di Banda Aceh</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>INTERCULTURAL COMMUNICATION</topic>
 </subject>
 <classification>303.482</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94215</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-22 16:21:50</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-17 10:46:36</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>