PERFORMANSI AGRONOMI DAN KETAHANAN RENDAMAN DARI GALUR PADI BC2F2 HASIL PERSILANGAN TINGGONG DAN SWARNA | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERFORMANSI AGRONOMI DAN KETAHANAN RENDAMAN DARI GALUR PADI BC2F2 HASIL PERSILANGAN TINGGONG DAN SWARNA


Pengarang

ERSI YULIANTI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1705101050078

Fakultas & Prodi

Fakultas Pertanian / Agroteknologi (S1) / PDDIKTI : 54211

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat agronomi pada padi BC2F2 hasil persilangan Tinggong dan Swarna serta menganalisis keberadaan gen sd-1 dan gen sub-1. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Rumah Kasa dan Laboratorium Ilmu Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh sejak November 2020 hingga Juli 2021. Penelitian ini menggunakan media tanam tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Benih yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih padi BC2F2 hasil persilangan Tinggong dan Swarna yang terdiri dari genotipe T41.8, T41.9 dan T41.10. Bahan-bahan yang digunakan untuk analisis molekuler adalah alkohol, aquades, primer F + R, Agarose, 0,5X TAE Buffer, loading Dye, DNA Leader, Ethidium Bromide, dan EmeraldAmp® MAX PCR Master Mix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman padi BC2F2 hasil persilangan Tinggong dan Swarna yang prospektif untuk diteliti pada tahap selanjutnya yaitu genotipe T41.8 (tanaman 3, 4, 6 dan 8), T41.9 (tanaman 1, 5, 6, dan 12), T41.10 (tanaman 1,2 dan 4) dengan umur berbunga yang genjah berkisar antara 87-112 HSS, umur panen yang genjah berkisar antara 117-142 HSS, tinggi tanaman yang berbatang pendek berkisar antara 96-135 cm, produksi hasil per Ha yang tinggi yaitu melebihi 6 ton.ha-1 serta mengandung gen sd-1 dan gen sub-1. Hasil uji tahan rendaman menunjukkan bahwa setelah dilakukannya pemulihan (recovery) terdapat 17 tanaman (85%) tanaman yang hidup dari 20 tanaman yang diuji, sedangkan 3 tanaman (15%) tidak tahan rendaman (mati). Analisis keberadaan gen sd-1 dari 45 tanaman yang di analisis secara molekuler terdapat 41 tanaman (91,1%) secara genetik mewarisi gen sd-1 dan 4 tanaman (8,9%) tidak mewarisi gen sd-1 karena tidak terlihat pita DNA yang sama dengan tetua Swarna. Analisis keberadaan gen sub-1 dari 45 tanaman yang di analisis secara molekuler terdapat 24 tanaman (53,3%) secara genetik mewarisi gen sub-1 dan 21 tanaman (46,7%) tidak mewarisi gen sub-1 karena tidak terlihat pita DNA yang sama dengan tetua Swarna.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK