<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="94103">
 <titleInfo>
  <title>APLIKASI BEBERAPA JENIS BIOCHAR TERHADAP PENGURANGAN EMISI GAS RUMAH KACA DINITROGEN OKSIDA (N2O) DAN PRODUKSI KACANG KEDELAI VARIETAS EDAMAME (GLYCINE MAX L. MERRIL)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SRI ZUSTIKA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sri Zustika. 1705108010003. Aplikasi Beberapa Jenis Biochar terhadap Pengurangan&#13;
Emisi Gas Rumah Kaca Dinitrogen Oksida (N2O) dan Produksi Kacang Kedelai Varietas &#13;
Edamame (Glycine Max L. Merril) Di bawah Bimbingan Darusman sebagai Ketua dan&#13;
Syakur sebagai Anggota.&#13;
&#13;
RINGKASAN&#13;
&#13;
Gas rumah kaca merupakan penyebab terjadinya global warming, seiring dengan&#13;
kemajuan zaman dan teknologi peningkatan gas rumah kaca semakin meningkat.&#13;
Peningkatan gas berasal dari bidang industri, pembangkit listrik, pembakaran bahan fosil,&#13;
transportasi dan dari bidang pertanian. Meningkatnya gas rumah kaca menyebabkan&#13;
terjadinya efek rumah kaca. Efek rumah kaca diartikan sebagai proses masuknya radiasi&#13;
matahari dan terjebak di atmosfer, sehingga terjadinya peningkatan suhu di permukaan&#13;
bumi. Emisi gas rumah kaca terdiri dari CO2 55%, CH4 15%, N2O 6% dan gas lainnya&#13;
24%. Walaupun sumbangan N2O rendah, gas N2O di atmosfer sangat stabil dan&#13;
mempunyai waktu tinggal sampai 150 tahun, N2O bersumber dari pemupukan. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian beberapa jenis biochar terhadap &#13;
penurunan emisi gas rumah kaca N2O dan pengaruh biochar terhadap hasil produksi &#13;
kedelai verietas edamame.&#13;
Penelitian ini dilakukan di kebun Rakyat, Desa Weu, Kecamatan Kota Jantho, &#13;
Kabupaten Aceh Besar. Analisis  tanah  dilakukan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian&#13;
(BPTP). Analisis Gas Rumah Kaca (GRK) dilakukan di Laboratorium Gas Rumah Kaca&#13;
Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (BALINGTAN) Jawa Tengah. Penelitian ini&#13;
menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan enam perlakuan&#13;
yaitu P0 (Kontrol), P1 (Bambu Kontiki), P2 (Bambu Soil Pit), P3 (Bambu Drum), P4 (Ampas&#13;
Kelapa Muda Kontiki), P5 (Sekam Padi Drum) dan tiga ulangan sehingga dihasilkan 18&#13;
plot percobaan dengan dosis biochar 20 ton ha&#13;
. Pemberian biochar dilakukan pada pada&#13;
musim tanam pertama (jagung) dengan cara disebar dan diratakan pada bedengan             &#13;
ke dalaman 20 cm dan diinkubasi selama 2 minggu dengan luas bedengan berukuran&#13;
panjang 4 meter dan lebar 5 meter serta penanaman dilakukan pada jarak tanam 20 x 20&#13;
cm. Pengukuran gas rumah kaca menggunakan chamber dengan waktu pengambilan (10,&#13;
20 dan 30 menit).&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa jenis biochar tidak&#13;
berpengaruh myata terhadap sifat kimia tanah dan hasil produksi, namun pemberian&#13;
biochar mampu menurunkan emisi gas rumah kaca N2O pada perlakuan P3 (Bambu Drum)&#13;
yaitu 476,42 ppb; P5 (Sekam Padi Drum) yaitu 478,60 ppb; P1 (Bambu Kontiki) yaitu &#13;
481,41 ppb; P2 (Bambu Soil Pit) yaitu 483,04 ppb; P4 (Ampas Kelapa Muda) yaitu 484,61&#13;
ppb dan perlakuan P0 (Kontrol) tanpa biochar memiliki nilai emisi N2O yang tertinggi&#13;
yaitu 487,20 ppb. Biochar mampu menurunkan emisi gas rumah kaca kerena memiliki sifat&#13;
yang berporous dan biochar mampu meningkatkan hasil produksi kedelai dimana berat&#13;
berangkasan tanaman, berat polong kedelai dan berat 100 biji kedelai pada kadar air 8-13%&#13;
tertinggi yaitu pada perlakuan P5 (Sekam Padi Dum). &#13;
 &#13;
-1&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>94103</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-22 08:27:59</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-22 15:40:15</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>