<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="93947">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN LAJU INFILTRASI DENGAN TEKNIK BIOPORI DAN TANPA BIOPORI DI KECAMATAN SERUWAY KABUPATEN ACEH TAMIANG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Eka Aulia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Eka Aulia. 1605108010026. Kajian Laju Infiltrasi dengan Teknik Biopori                      dan tanpa Biopori di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang di bawah bimbingan Hairul Basri sebagai ketua dan Muhammad Rusdi sebagai anggota. &#13;
RINGKASAN&#13;
&#13;
Infiltrasi merupakan proses masuknya air hujan melalui pori-pori tanah, kemudian tertampung di dalam tanah dan selanjutnya akan mengalir ke tempat yang lain         (Asdak, 2020). Peningkatan lahan menjadi kawasan terbangun menyebabkan berkurangnya peresapan air ke dalam tanah. Berkurangnya air yang masuk ke dalam tanah mengakibatkan air hujan yang jatuh ke permukaan tanah akan lebih banyak mengalir menjadi aliran permukaan (runoff). Pengelolaan air dan tanah yang efektif dan efisien menjadi sesuatu yang harus dilakukan untuk meningkatkan peresapan air ke dalam tanah.&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan laju infiltrasi dengan menggunakan lubang resapan biopori (LRB) dan tanpa LRB di Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini diharapakan dapat menjadi suatu solusi dalam usaha peningkatan peresapan air ke dalam tanah. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi suatu alternatif dalam konservasi tanah dan air.&#13;
Penelitian ini dilakukan di 5 (lima) Desa di Kecamatan Seruway dengan mengukur laju infiltrasi di lapangan dengan menggunakan double ring infiltrometer dan juga lubang resapan biopori (LRB). Lubang resapan biopori (LRB) dibuat dengan kedalaman 40 cm dan diameter 10 cm yang didalamnya ditambahkan sampah kulit buah dan EM4. Pengukuran laju infiltrasi pada LRB dilakukan setelah satu bulan. Hasil pengukuran         di lapangan selajutnya dianalisis dengan metode Horton. Pada penelitian diperoleh volume infiltrasi total tanpa LRB yaitu 2.26 – 10.59 cm jam^(-1) dan volume infiltrasi total dengan LRB yaitu 122,8 – 274,8 cm jam^(-1). Penelitian ini menunjukkan bahwa LRB dapat meningkatkan laju infiltrasi 12-76 kali dibandingkan dengan laju infiltrasi tanpa LRB.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>93947</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-20 21:45:40</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-22 10:21:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>