<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="93933">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISASI SIFAT FISIKA, KIMIA, DAN MINERALOGI INCEPTISOL DENGAN SIFAT VERTIK DI DESA PAWOD LAWEUNG KABUPATEN PIDIE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>CUT LISA MIRANDA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>viii &#13;
Cut Lisa Miranda. 1405108010054. Karakterisasi Sifat Fisika, Kimia, dan Mineralogi&#13;
Inceptisol dengan Sifat Vertik di Desa Pawod Laweung Kabupaten Pidie di bawah&#13;
bimbingan Teti Arabia sebagai ketua dan Zainabun sebagai anggota. &#13;
 &#13;
RINGKASAN &#13;
Tanah Inceptisol adalah tanah muda yang belum matang (immature) dengan&#13;
perkembangan profil yang lebih lemah dibandingkan dengan tanah matang, dan masih&#13;
banyak menyerupai sifat bahan induknya. Tanah ini memiliki sifat kembang kerut yang&#13;
menjadikan permukaan tanah bergelombang, retak, pecah, dan terbelah. Hal ini ditunjukkan&#13;
oleh nama pada tingkat sub grup dengan sifat vertic. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk&#13;
mengetahui perbedaan karakteristik fisika tanah (kadar air kering oven dan kapasitas lapang,&#13;
bobot isi, permeabilitas, porositas, serta nilai COLE dan nilai LE) dan kimia tanah tanah (pH,&#13;
C-organik, N-total P- tersedia, basa-basa dd, kejenuhan basa, dan kapasitas tukar kation) di&#13;
musim penghujan dan musim kemarau serta mengetahui jenis mineral pada tanah tersebut.&#13;
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai&#13;
deskriptif kuantitatif yang didasarkan pada pengamatan ciri-ciri tanah di lapangan serta&#13;
analisis tanah di laboratorium yang terdiri dari lima tahapan yaitu pengumpulan data,&#13;
persiapan peta kerja, survai di lapangan dan pengambilan sampel tanah, analisis sampel&#13;
tanah serta penyusunan hasil dan mengidentifikasi sifat fisika, kimia dan mineralogi pada&#13;
tanah tersebut.&#13;
Hasil analisis data tanah didapat karakteristik fisika tanah yaitu: (a) kadar air kering&#13;
oven dan kadar air kapasitas lapang di musim kemarau dan penghujan berkisar dari 1,44 -&#13;
1,65% dan 29,12 - 32,23%; (b) bobot isi di musim kemarau dan penghujan 1,27 - 1,29 g cm&#13;
3&#13;
, kedua musim tergolong tinggi; (c) permeabilitas di musim kemarau dan penghujan 2,57 -&#13;
4,28 cm jam&#13;
, tergolong agak lambat; (d) porositas di musim kemarau dan penghujan 50,38&#13;
- 51,15, tergolong kurang baik – baik; dan (e) nilai COLE di musim kemarau dan penghujan&#13;
adalah 27,58 - 30,73 tergolong sangat tinggi, sedangkan LE adalah 448,05 - 1966,72%.&#13;
Perpanjangan linear dari musim kemarau ke musim penghujan terjadi kenaikan sebesar 1,05&#13;
kali, hal ini mencirikan tanah tersebut merupakan tanah yang memiliki sifat vertik.&#13;
Karakteristik kimia tanah yaitu: (a) nilai pH H2O di musim kemarau dan musim&#13;
penghujan netral sampai agak alkalis (6,61 - 8,37); (b) bahan organik di kedua musim sangat&#13;
rendah – rendah (0,29 - 1,39%); (c) kadar N-total di musim kemarau sangat rendah (0,01%),&#13;
sedangkan di musim penghujan rendah – sangat rendah (0,1 - 0,06%); (d) P-tersedia di&#13;
musim kemarau dan penghujan sangat rendah – sedang (0,75 - 21,00 ppm); (e) basa-basa&#13;
dapat ditukar di musim kemarau dan penghujan sangat rendah – sangat tinggi (14,28 - 41,74&#13;
cmol(+) kg&#13;
-1&#13;
-1&#13;
); (f) KB di musim kemarau rendah – sangat tinggi (33,36 - 93,32%),&#13;
sedangkan di musim penghujan sedang – tinggi (51,33 - 79,66%); dan (g) KTK di musim&#13;
kemarau dan penghujan tinggi – sangat tinggi (36,8 - 52,8  cmol(+) kg&#13;
), hal ini&#13;
menunjukkan tanah memiliki sifat vertik.&#13;
Tidak dijumpai mineral liat montmorillonit sebagai penciri tanah dengan sifat vertik,&#13;
mungkin disebabkan pada pemakaian alat X-rays ini tidak menggunakan perlakuan Mg&#13;
-1&#13;
&#13;
yang dapat menyebabkan terjadinya pengembangan liat yang dapat menaikkan peak (dspacing)&#13;
dari&#13;
mineral&#13;
liat&#13;
hingga&#13;
14&#13;
Å,&#13;
dan&#13;
dengan&#13;
perlakuan&#13;
Mg&#13;
2+&#13;
 + glycerol akan terjadi&#13;
kenaikan d-spacing hingga 17 Å yang merupakan ciri dari mineral montmorillonit. &#13;
2+&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>93933</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-20 18:09:58</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-22 10:06:53</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>