<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="93851">
 <titleInfo>
  <title>EVALUASI PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN EMBRIOGENESIS PADA AYAM ALPU DAN AYAM KAMARAS</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MUHAMMAD AZIM</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Upaya memperbaiki kualitas ayam lokal khususnya ayam kampung dilakukan dengan memperbaiki sifat genetik yaitu melalui metode seleksi ketat menghasilkan tujuan pedaging dengan nama Ayam Lokal Pedaging Unggul (ALPU) serta tujuan petelur dengan nama Ayam Kampung Arab Ras (KAMARAS). Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang perbandingan perkembangan embrio ALPU dan KAMARAS untuk perbaikan genetik sebagai dasar penelitian selanjutnya. Penelitian ini menggunakan 120 butir telur tetas ALPU dan 120 butir telur tetas KAMARAS, pengamatan dilakukan selama 21 hari. Telur dikumpulkan selama 7 hari kemudian dimasukkan ke dalam mesin tetas, lalu setiap hari diamati dengan cara dipecahkan masing-masing 5 butir telur ALPU dan KAMARAS untuk melihat 7 parameter perkembangan embrio berupa: berat badan, panjang badan, lingkar kepala, panjang leher, panjang paruh, panjang sayap dan panjang kaki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan perkembangan yang signifikan antara emrio ALPU dan KAMARAS. Namun berat embrio dan panjang paruh KAMARAS cenderung lebih besar dibandingkan ALPU, sedangkan lingkar kepala dan panjang sayap ALPU cenderung lebih besar dibandingkan KAMARAS. Kesimpulannya Perkembangan embrio antara ALPU dan KAMARAS menunjukkan perkembangan embrio yang sama selama masa tahapan inkubasi. Perbedaan antara kedua jenis breed ayam tidak menyebabkan adanya  perbedaan pada perkembangan membran ekstra embrional, persentase kecepatan perkembangan embrio, persentase fertilitas yang tinggi, dan persentase mortalitas yang rendah</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>CHICKENS - ANIMAL HUSBANDRY</topic>
 </subject>
 <classification>636.5</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>93851</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-19 15:25:32</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-17 14:53:03</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>