<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="93636">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KECEPATAN ARUS TERHADAP SEBARAN SUHU PERMUKAAN KLOROFIL-A DI SELAT MAKASSAR PADA FEBRUARI DAN AGUSTUS 2017</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TRI AYU ANGRENY</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Selat Makassar memiliki perairan yang sangat khas untuk diteliti karena merupakan jalur utama Arus Lintas Indonesia (ARLINDO) dan penghubung antara Samudra Pasifik dan Hindia dengan perairan Indonesia. Selain itu, kondisi oseanografi Selat Makassar dipengaruhi oleh angin monsun barat dan monsun timur yang memiliki karakteristik sangat berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model sirkulasi dan sebaran suhu permukaan laut dan klorofil-a di Selat Makassar pada dua bulan yang berbeda yaitu Februari dan Agustus 2017, serta menginterpretasikan pengaruh kecepatan arus terhadap distribusi suhu permukaan laut dan klorofil-a pada dua bulan yang berbeda yaitu Februari dan Agustus 2017. Data arus, SPL, klorofil-a, dan angin diperoleh dan dianalisis menggunakan metode analisis korelasi. Berdasarkan hasil penelitian, arus di Selat Makassar lebih kuat pada Agustus dibandingkan Februari, dengan kecepatan rata-rata 1 m/s pada Agustus dan 0,5 m/s pada Februari. Pada bulan Februari dan Agustus, sebaran suhu permukaan laut di Selat Makassar cenderung menghangat ke arah pesisir barat dan pesisir timur, dengan suhu rata-rata 29°C pada bulan Februari dan 27,5°C pada bulan Agustus. Konsentrasi klorofil-a di Selat Makassar bervariasi menurut bulan, dimana pada bulan Agustus lebih subur dibandingkan bulan Februari, dengan distribusi di sepanjang pesisir barat Selat Makassar pada bulan Agustus dan beberapa titik di pesisir barat dan pesisir timur selat Makassar pada bulan Februari.&#13;
&#13;
Kata Kunci: Selat Makassar, Monsun, Arus, SPL, Klorofil-a, ARLINDO&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>93636</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-16 14:10:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-17 11:07:40</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>