Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH MIXED LAYER DEPTH TERHADAP SEBARAN KLOROFIL-A DI TELUK BENGGALA PADA FEBRUARI DAN AGUSTUS 2017
Pengarang
DARFINA - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1711101010021
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Ilmu Kelautan (S1) / PDDIKTI : 54241
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Teluk Benggala terletak di Samudera Hindia Utara memiliki suhu rata-rata berkisar hingga 35oC dengan kelembaban 82% per tahun. Di Teluk Benggala lapisan Mixed Layer Depth ditemukan pada lapisan dangkal. Mixed Layer Depth adalah lapisan yang memiliki suhu yang sama dengan lapisan permukaan. Klorofil-a adalah zat hijau yang ada pada fitoplankton dan sering digunakan sebagai indikator tingkat kesuburan dan potensi organik di perairan. Kondisi perairan Teluk Benggala sering dipengaruhi oleh monsun timur laut (November-Februari) dan monsun barat daya (Juni-September). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang suhu permukaan laut, sebaran klorofil-a, memetakan mixed layer depth (MLD). Penelitian ini juga membandingkan informasi suhu permukaan laut, MLD dan klorofil-a untuk menentukan tingkat produktivitas di Teluk Benggala pada Februari dan Agustus 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis korelasi. Penelitian dilakukan sepanjang garis lintang pada 3 transek di lokasi yang berbeda yaitu bagian barat (20oN), tengah teluk (14oN) dan bagian timur (8oN). Data pada penelitian ini diperoleh dari HYCOM, MODIS dan NCEP. Data suhu permukaan laut berdasarkan HYCOM dan MODIS memiliki perbedaan nilai suhu dari 0oC hingga 3oC dimana suhu permukaan laut lebih tinggi pada bulan Agustus yaitu 28oC hingga 29oC dan suhu lebih rendah di bulan Februari yaitu 25oC hingga 26oC. Tingkat ketebalan MLD dipengaruhi oleh limpasan air sungai, intensitas presipitasi yang tinggi dan rendahnya penguapan. Konsentrasi klorofil-a di Teluk Benggala berkisar 0.1mg/m^3 hingga 9 mg/m^3 pada musim tertentu karena dipengaruhi oleh MLD, intensitas presipitasi, dan masukan air tawar. Di musim panas (monsun barat) intensitas presipitasi lebih tinggi yaitu 15mm/day sedangkan di musim dingin (monsun timur) intensitas presipitasi lebih rendah yaitu 0.5mm/day.
Kata kunci : Mixed Layer Depth, Suhu Permukaan Laut, HYCOM, MODIS,NCEP, Teluk Benggala, dan Presipitasi
Tidak Tersedia Deskripsi
ANALISIS MIXED LAYER DEPTH (MLD) TERHADAP SEBARAN KLOROFIL-A DI UTARA SELAT MALAKA PADA FEBRUARI DAN AGUSTUS 2017 (NATASYA ANDINI, 2021)
STUDI SUHU PERMUKAAN LAUT DAN SALINITAS TERHADAP SEBARAN KLOROFIL-A DI TELUK BENGGALA PADA BULAN FEBRUARI DAN AGUSTUS 2017 (FITTIYATUR RASYID A.R. RAMBE, 2021)
PENGARUH KECEPATAN AIR LAUT TERHADAP POLA SEBARAN SUHU DAN SALINITAS PERMUKAAN LAUT DI PERAIRAN TELUK BENGGALA PADA FEBRUARI DAN AGUSTUS 2017 (NADIA AMSALIA, 2021)
VARIASI SEA SURFACE HEIGHT (SSH) DAN TEMPERATUR DI TELUK BENGGALA SELAMA TAHUN 2017 (PUTRI RIZKA MULIANA, 2022)
PENGARUH KECEPATAN ARUS TERHADAP SEBARAN SUHU PERMUKAAN KLOROFIL-A DI SELAT MAKASSAR PADA FEBRUARI DAN AGUSTUS 2017 (TRI AYU ANGRENY, 2021)