<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="93544">
 <titleInfo>
  <title>KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL SETARA PISA DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Azura Mawaddah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Era revolusi industri 4.0 menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi, salah satunya yaitu kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis sangat berpengaruh terhadap proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah. Namun, fakta menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa Indonesia masih sangat rendah. Selain itu, kemampuan berpikir kritis dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain tipe kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan soal setara PISA ditinjau dari tipe kepribadian. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SMPN 6 Banda Aceh. Subjek penelitian ini diperoleh dari pemberian angket kepribadian Myers Briggs Type Indicator (MBTI) dan Eysenck Personality Inventory (EPI) kepada 100 siswa untuk dikategorikan ke dalam tipe kepribadian yaitu introvert dan ekstrovert. Berdasarkan skor tertinggi dari hasil angket kepribadian, pengamatan, serta rekomendasi dari ahli psikologi, terpilih dua siswa berkepribadian introvert dan dua siswa berkepribadian ekstrovert. Kemudian, keempat subjek penelitian tersebut diberikan tes dan dilanjutkan dengan wawancara untuk dianalisis lebih lanjut terkait kemampuan berpikir kritisnya. Data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan soal soal setara PISA, kemampuan berpikir kritis siswa berkepribadian introvert lebih baik dibandingkan siswa berkepribadian ekstrovert. Oleh karena itu, diharapkan agar guru dapat lebih memperhatikan tipe kepribadian siswa dalam proses pembelajaran agar sesuai dengan cara berpikir siswa berdasarkan tipe kepribadiannya serta membiasakan pemberian soal-soal PISA kepada siswa-siswa di sekolah.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>LEARNING - EDUCATIONAL PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>CRITICAL THINKING - EDUCATIONAL PSYCHOLOGY</topic>
 </subject>
 <classification>370.152</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>93544</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-16 07:26:44</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2023-09-04 15:49:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>