<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="93212">
 <titleInfo>
  <title>PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBIJAKAN PENANGGULANGAN COVID-19 DI PROVINSI ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MINAWATI LINGGA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Peraturan Gubernur  Aceh Nomor 51 tahun 2020 tentang peningkatan penanganan COVID-19, penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan di Aceh. Walaupun dengan keluarnya praturan tersebut untuk merespon COVID-19, tetapi jumlah  korban  COVID-19  di  provinsi  Aceh  masih  belum  mengalami  penurunan. Karena  masyarakat  masih  belum  bisa  mematuhi  penerapan  disiplin  sesuai kebijakan  yang  telah  ditetapkan  oleh  pemerintah.  Penelitian  ini  untuk  menjawab permasalahan  persepsi  masyarakat  terhadap  kebijakan  pemerintah  tentang peningkatan penanganan COVID-19. Metode yang digunakan oleh peneliti adalah metode  penelitian  kualitatif  dan  kuantitatif.    Metode  penelitian  ini  sering  disebut mix-method,  metode  penelitian  yang  diaplikasikan  bila  peneliti  memiliki pertanyaan  yang perlu diuji dari segi outcomes dan prosesnya, serta menyangkut kombinasi  antara  metode  kuantitatif  dan  kualitatif  dalam  satu  penelitian.  Teori yang  digunakan  adalah  teori  persepsi  dan  kebijakan.  Hasil  penelitian  tentang persepsi  masyarakat  menunjukkan  bahwa  sejauh  ini  pemerintah  masih  berusaha menurunkan  angka  korban  yang  terjangkit,  namun  sampai  saat  ini  belum  efektif penanganannya.  Pemerintah  sudah  mencoba  memaksimalkan  kinerja  mereka dalam penanggulangan COVID-19, baik itu dalam pemberian fasilitas bagi korban maupun  bantuan  untuk  masyarakat  di  Aceh.  Kendala  yang  dihadapi  pemerintah adalah  masyarakat  masih  belum  bisa  mematuhi  penerapan  disiplin  yang diterapkan  oleh  pemerintah.  Dan  hal  yang  mendukung  pemerintah  sejauh  ini adalah besarnya rasa simpati pemerintah terhadap masyarakat sehingga keinginan mereka untuk terus melindungi dan menjaga masyarakat dari virus tersebut benar benar  dilakukan  secara  maksimal.  Maka  dari  itu  untuk  tercapai  nya  tujuan pemerintah untuk menyelesaikan COVID-19 ini dari Provinsi Aceh, harus adanya kerja sama antara pemerintah dan masyarakat untuk sama-sama memerangi virus tersebut.  Disarankan  untuk  pemerintah  untuk  terus  bersimpati  yang  tinggi  untuk terus  melindungi  dan  menjaga  masyarakat  dan  diharapkan  juga  untuk mengeluarkan kebijakan-kebijakan  yang dapat membuat permasalahan berkurang hingga selesai.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>93212</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-10 17:20:54</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-13 15:31:31</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>