PENGARUH KONDISI PEMOTONGAN TERHADAP GAYA POTONG PADA PEMBUATAN LUBANG MENGGUNAKAN KODE G02 DAN G03 DENGAN PROSES HELICAL INTERPOLATION MILLING | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH KONDISI PEMOTONGAN TERHADAP GAYA POTONG PADA PEMBUATAN LUBANG MENGGUNAKAN KODE G02 DAN G03 DENGAN PROSES HELICAL INTERPOLATION MILLING


Pengarang

AUZAN ALFANDRA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1404102010069

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Gaya potong merupakan salah satu hal penting yang terdapat pada proses pemesinan. Gaya-gaya tersebut akan ditemukan saat proses pemesinan berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan gaya potong pada pembuatan lubang menggunakan kode G02 dan G03 dengan proses helical interpolation milling. Penelitian ini menggunakan mesin CNC Milling FOCUS ESEMKA VMC – L540, baja karbon sedang S45C dengan dimensi 110 x 50 x 15 mm dan pahat karbida jenis endmill 4 flute berdiameter 10 mm dengan variasi kondisi pemotongan: kecepatan potong sebesar 80, 90, 100 m/min; putaran spindel sebesar 2548, 2866, 3185 rpm; dan kecepatan pemakanan sebesar 102, 115, 127 mm/min. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi pemotongan memiliki pengaruh terhadap gaya potong yang dihasilkan. Gaya potong paling baik diperoleh pada kondisi pemotongan 1 yang menggunakan kode G03 karena pada kondisi pemotongan tersebut diperoleh nilai minimum yaitu sebesar 141.74 N, sedangkan gaya potong maksimum diperoleh pada kondisi pemotongan 3 yang menggunakan kode G02 dengan nilai sebesar 893.64 N. Penggunaan kode G02 dan G03 pada proses helical interpolation milling juga memiliki pengaruh terhadap gaya potong. Pada penelitian ini, berdasarkan nilai resultan gaya potong yang dihasilkan, penggunaan kode G03 lebih baik karena memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan kode G02 dengan nilai masing-masing; 479.61 N, 358.16 N, 893.64 N untuk kode G02 dan 141.74 N, 288.10 N, 461.10 N untuk kode G03.
Kata kunci: Helical Interpolation Milling, Gaya Potong, Kondisi Pemotongan.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK