Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
MAKROBENTOS SEBAGAI INDIKATOR PENILAIAN KUALITAS AIR DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA, ACEH, INDONESIA
Pengarang
Shella Yusnita - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1711103010016
Fakultas & Prodi
Fakultas Kelautan dan Perikanan / Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (S1) / PDDIKTI : 54246
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kualitas air dipengaruhi oleh tingginya aktivitas yang terjadi dikawasan Pelabuhan yang dapat mengakibatkan terjadi penurunan kualitas air. Perubahan kualitas air di pelabuhan dapat dilihat dari parameter biologi yang didasarkan pada struktur komunitas perairan organisme yang bertindak sebagai bioindikator. Bioindikator atau indikator biologi merupakan suatu kelompok organisme yang hidup dan rentan terhadap perubahan lingkungan sebagai akibat dari aktivitas manusia dan kerusakan secara alami. Salah satu organisme akuatik yang dapat digunakan sebagai indikator kualitas perairan adalah bentos karena sifat hidupnya yang menetap. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas lingkungan air dilihat dari struktur komunitas bentos yaitu kepadatan, indeks keanekaragaman, keseragaman dan indeks dominansi untuk mewujudkan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaraja yang bersih dan bebas dari pencemaran. Penlitian ini dilaksanakan pada Februari 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yakni dengan menginterpretasikan data-data atau sampel yang telah terkumpul, kemudian sampel tersebut diidentifikasi jenis-jenisnya dari setiap spesies yang diperoleh di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan perairan Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja termasuk dalam kategori kurang stabil dengan nilai keanekaragaman sedang (H’ > 1) akan tetapi memiliki keseragaman individu bentos yang tinggi (E > 0.6) yang berarti individu tersebar merata dan nilai dominansi yang rendah atau D mendekati 0 yang berarti tidak adanya individu yang mendominasi karena bentos yang ditemukan dapat bertahan dan memiliki sifat toleransi yang tinggi yaitu organisme yang sering dijumpai di perairan yang mengalami penurunaan.
Kata Kunci : Kualitas air, bioindikator, bentos.
Tidak Tersedia Deskripsi
KEANEKARAGAMAN PLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR KUALITAS AIR DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KUTARAJA, BANDA ACEH (Zauna Fahira, 2021)
ANALISIS ASPEK LINGKUNGAN FISIK PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA, LAMPULO BANDA ACEH MENUJU ECOFISHINGPORT (FARADILA OKTAVIANA, 2023)
STUDI PENGEMBANGAN INDUSTRI GALANGAN KAPAL RNDI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KUTARAJA RNACEH (Rizwan, 2023)
ANALISIS KUALITAS AIR DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KUTARAJA YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN (Putri Handayani, 2021)
IDENTIFIKASI SISTEM PENDATAAN HASIL TANGKAPAN YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA (PPS) KUTARAJA LAMPULO, BANDA ACEH, ACEH (AISYAH PUTRI, 2023)