Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERBANDINGAN DEXMEDETOMIDINE DAN FENTANYL INTRAOPERATIF TERHADAP KEDALAMAN ANESTESI DAN KECEPATAN PEMULIHAN PASKA ANESTESI PADA ANESTESI BEDAH SARAF
Pengarang
dr. Muttaqin - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1707601080004
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran / Anestesiologi dan Terapi Intensif / PDDIKTI :
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Latar Belakang : Paradigma opioid free anesthesia merupakan suatu pembahasan baru dalam dunia anestesi. Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa opioid juga memiliki efek-efek yang tidak diharapkan. Dexmedetomidine sebuah obat golongan agonis selective ?2-adrenergic receptor (?2-AR), bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa obat ini memiliki kerja sedatif dan simpatolitik dan memiliki opioid-sparing effect, dan kecepatan pemulihan paska anestesi yang lebih cepat
Tujuan : Mengetahui perbandingan efektifitas Dexmedetomidine dan Fentanyl terhadap kedalaman anestesi dan pemulihan pasca anestesi pada operasi bedah saraf supratentorial.
Metode : Sebanyak 40 sampel penelitian yang memenuhi kriteria inklusi dan telah dirandomiasasi. Keseluruhan sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok pemberian obat A (Dexmedetomidine) dan obat B (Fentanyl). Jumlah sampel penelitian pada masing-masing kelompok adalah 20 orang. Selanjutnya pada kedua kelompok pasien akan dipasang perangkat BIS untuk mengukur kedalaman anestesi selama operasi. Setelah operasi selesai, pada kedua kelompok akan dilakukan pengukuran waktu pemulihan pasca anestesi sejak obat anestesi dihentikan
Hasil : Berdasarkan uji statistik didapatkan penggunaan Dexmedetomidine dan Fentanyl memiliki efek anestesi yang optimal, dimana tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua agen anestesi ini dalam mencapai tingkat anestesi yang optimal berdasarkan BIS Index. Dari analisis statistik menggunakan independent t test dalam menilai perbandingan waktu pemulihan pasca anestesi pada Dexmedetomidine dam Fentanyl, didapatkan waktu pemulihan pasca anestesi pada Dexmedetomidine lebih cepat dibandingkan dengan pemberian Fentanyl, yaitu dengan selisih 5.10 menit (p
Tidak Tersedia Deskripsi
CAPAIAN KEDALAMAN ANESTESI UMUM KOINDUKSI KETAMIN DENGAN FENTANYL DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Burhanuddin, 2025)
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TOTAL INTRAVENOUS ANESTHESIA (TIVA) THIOPENTAL DENGAN DEXMEDETOMIDINE TERHADAP BISPECTRAL INDEX SCALE (BIS) DAN MEAN ARTERIAL PRESSURE (MAP) PADA PASIEN CRANIOTOMY KARENA TRAUMATIC BRAIN INJURY (TBI) DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN (Muhammad Ali Arshaddin, 2025)
PEMBERIAN OKSIGEN NASAL KANUL TERHADAP SATURASI OKSIGEN PERIFER (SPO2) PADA PASIEN SPINAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINAL ABIDIN BANDA ACEH (SAFRIADI, 2015)
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PROPOFOL DAN DEXMEDETOMIDINE TERHADAP MEAN ARTERIAL PRESSURE, BISPECTRAL INDEX, DAN ANALISA GAS DARAH PADA PASIEN OPERASI REMOVAL TUMOR INTRAKRANIAL DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Khairuddin, 2023)
PERBANDINGAN EFEKTIVITAS DEXMEDETOMIDINE DAN FENTANYL SEBAGAI PROFILAKSIS EMERGENCE AGITATION PADA ANAK (Sardimon, 2022)