<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="93088">
 <titleInfo>
  <title>ANALISIS PENGARUH MATERIAL DI HALAMAN RUMAH TERHADAP KENYAMANAN THERMAL LINGKUNGAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Abdullah</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pemanasan global merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap kenyamanan thermal disuatu lingkungan. Sementara peningakatan suhu global akan mengarah pada perubahan iklim, perubahan iklim saat ini mempunyai dampak yang cukup besar terhadap lingkungan sekitar, diperkirakan dalam waktu 100 tahun atau bahkan bisa lebih cepat, konsentrasi gas rumah kaca khususnya CO2 akan mencapai dua kali lipat dari konsentrasi saat ini. Meningkatnya temperatur bumi akibat panas global telah menyebabkan naiknya temperatur di lingkungan perumahan kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Keadaan ini terjadi akibat tidak seimbang banyaknya bangunan dengan jumlah tanaman yang ada khususnya di kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Kenyamanan thermal merupakan suatu kondisi yang dirasakan manusia akibat dari kondisi di lingkungan. Oleh sebab itu untuk memilih material di halaman yang dapat membuat rasa nyaman, penulis akan mengkaji pengaruh tiap-tiap material di halaman terhadap penyerapan panas cahaya matahari. Untuk pengambilan data dilakukan dengan cara mengukur suhu di ruang isolasi kosong dan ruang isolasi bermaterial di halaman untuk membandingkan suhu pada ruang isolasi. Dalam pengujian ini terdapat 3 tingkatan temperatur dalam ruang isolasi yaitu temperatur tertinggi adalah tanah merah, temperatur sedang conblock dan temperatur terendah rumput. Temperatur tertinggi dalam ruang isolasi yaitu pada pukul 13.00 WIB untuk material di halaman tanah merah 52,1 °C, conblock (paving block) 44,9 °C dan rumput 41,0 °C, sedangkan temperatur ruang kosong 36,7 °C dan temperatur lingkungan 31,6 °C. Hal ini dapat dilihat penyerapan panas material di halaman tertinggi dalam ruangan isolasi yaitu tanah merah dan yang paling rendah penyerapan panasnya adalah tanah rumput.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>93088</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-08 11:36:23</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-08 15:49:50</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>