<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="93086">
 <titleInfo>
  <title>EKSTRAKSI MINYAK ATSIRI DARI DAGING BUAH PALA (MYRISTICA FRAGRANS HOUTT) DENGAN METODE DISTILASI AIR-UAP</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>IQBAL DRIAN SAHPUTRA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kata kunci:	Ekstraksi, Distilasi air-uap, daging buah pala, minyak atsiri, karakterisasi&#13;
&#13;
Minyak pala menjadi komoditi nilai ekonomi tinggi dengan nilai ekspor lebih dari 250 ton per tahun. Produksi minyak pala Indonesia sebanyak  70-75%  dihasilkan di Provinsi Aceh pada wilayah  Aceh Barat Daya dan Aceh Selatan. Sebagian besar daging buah pala menjadi limbah pasca panen setelah biji dan fuli buah diambil. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi minyak atsiri dengan distilasi air-uap dari daging buah pala. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan persen rendemen dan mengidentifikasi komposisi kimia minyak atsiri daging buah pala. Dalam penelitian ini, ekstraksi minyak atsiri dibedakan menjadi dua faktor variasi, yakni ukuran bahan dan massa bahan baku. Ekstraksi dengan metode distilasi air-uap dilakukan dengan kadar air bahan ±73% pada suhu 100°C dan waktu penyulingan selama 6 jam. Hasil penelitian dengan metode GC-MS menunjukkan komponen kimia mengandung senyawa ?-pinene (18,71%), sabinene (16,87%), myristicin (10,35%), l-?-pinene (10,20%), ?-terpineol (6,80%), dl-limonene (6,02%), terpinene-4-ol (5,61%), ?-terpinene (4,93%) dan ?-terpinene (4,45%). Rendemen minyak atsiri yang dihasilkan 0,216 ± 0,029% dengan nilai bobot jenis 0,877, indeks bias 1,482 dan berdasarkan analisis GC-MS mengandung 54 senyawa kimia dengan 9 komponen utama.&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>93086</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-08 11:02:45</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-08 11:31:34</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>