<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="93064">
 <titleInfo>
  <title>TINJAUAN KINERJA PROYEK SAAT PANDEMI COVID-19 PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BIRO REKTORAT IAIN LHOKSEUMAWE</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M AYATULLAH RULFA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Efektivitas kinerja dalam suatu proyek merupakan tolak ukur keberhasilan dalam pekerjaan konstruksi. Pada umumnya dalam masa pelaksanaan proyek, kontraktor tidak akan terlepas dari berbagai macam masalah terutama di masa pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) ini. Dalam studi kasus ini, penulis meneliti tentang hambatan pembangunan gedung Biro Rektorat IAIN Lhokseumawe yang telah mengalami keterlambatan pengerjaan proyek selama sebulan akibat pandemi. Penelitian ini akan fokus pada faktor biaya, mutu dan waktu sebagai ukuran terhadap kinerja proyek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai penerapan protokol pencegahan dan analisa dampak Covid-19 terhadap kinerja proyek. Pada faktor protokol pencegahan Covid-19 didapatkan nilai 82,4%, faktor identifikasi  bahaya Covid-19 di lapangan sebesar 88,89%, sedangkan faktor pelaksanaan pencegahan Covid-19 didapatkan nilai 60,4%. Nilai yang rata-rata yang didapatkan dari tingkat pencapaian penerapan 3 aspek tersebut sebesar 77,2% (termasuk dalam golongan baik berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05/PRT/M/2014). Pada bulan Maret, April dan Mei merupakan bulan yang paling terpengaruh kinerja proyek akibat pandemi. Berdasarkan penelitian, faktor kinerja waktu pada bulan Maret dipengaruhi oleh perubahan urutan kerja proyek dengan nilai Mean 4,07, pada bulan April dipengaruhi oleh masalah dalam perencanaan dan penjadwalan dengan nilai Mean 3,87, sedang pada bulan Mei dipengaruhi oleh keterlambatan akibat perubahan rencana kerja dengan nilai Mean  3,93. Untuk faktor kinerja biaya, variabel perubahan harga material dari masa sebelum pandemi menjadi hal yang paling berpengaruh pada tiga bulan tersebut Maret, April dan Mei dengan masing-masing nilai Mean 4,07, 3.93, dan 3,87. Dan pada faktor mutu proyek, di bulan Maret variabel yang paling berpengaruh adalah adanya pengurangan jumlah tenaga kerja dengan nilai Mean 3,97, pada bulan April dipengaruhi perubahan gambar dengan Mean 4,13, sedang pada bulan Mei dipengaruhi oleh adanya peraturan terbaru akibat pandemi dengan nilai Mean 3,8.&#13;
Kata Kunci :Kinerja Proyek, Pandemi, Jadwal Proyek, Bangunan Gedung Biro &#13;
Lhokseumawe&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>93064</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-07 13:45:21</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-08 14:42:59</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>