<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="93049">
 <titleInfo>
  <title>PREPARASI DAN KARAKTERISASI FILM DARI NANOFIBER SELULOSA LENGKUAS (ALPINIA GALANGA (L.)SW)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>LISDIANA FADILA</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Telah dilakukan penelitian pembuatan film nanofiber selulosa lengkuas (Alpinia galanga (L.) SW) yang dimanfaatkan sebagai pengemas makanan alternatif ramah lingkungan. Pembuatan nanofiber selulosa pada penelitian ini menggunakan 2 metode yaitu metode kimia dan ultrasonikasi. Penelitian ini berhasil membentuk nanoselulosa dengan ukuran terkecil yaitu 19 nm. Proses ultrasonikasi pada penelitian ini terbukti mampu memperkecil ukuran partikel serat selulosa. Selulosa lengkuas divariasikan menjadi 3 film yaitu film selulosa tanpa ultrasonikasi dan tanpa gliserol (Sel), film selulosa dengan ultrasonikasi 5 jam dan tanpa gliserol (SelS) serta film selulosa dengan ultrasonikasi 5 jam dan gliserol 0,5 mL (SelS+G). Hasil uji kuat tarik film Sel, SelS dan SelS+G menunjukkan proses ultrasonikasi dapat meningkatkan kekuatan tarik film yang dihasilkan, namun berkurang dengan adanya penambahan gliserol. Hasil karakterisasi FTIR membuktikan bahwa selulosa berhasil diisolasi. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa dengan adanya perlakuan ultrasonikasi selama 5 jam dan penambahan gliserol dapat menurunkan derajat kristalinitas. Hasil karakterisasi DSC menjelaskan bahwa ketiga film yang dihasilkan memiliki ketahanan termal yang baik seiring dengan semakin tingginya suhu dekomposisi. Pengujian organoleptik memberikan informasi bahwa film yang paling baik untuk digunakan sebagai pengemas makanan adalah film SelS+G.&#13;
&#13;
Kata Kunci : nanofiber selulosa lengkuas, gliserol, metode kimia dan ultrasonikasi&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>93049</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-09-07 10:18:24</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-08 10:11:01</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>