STUDI KOMPARATIF PERSONAL HYGIENE ANAK TUNAGRAHITA DI SDLB KOTA JANTHO DAN SDLB LABUI BANDA ACEH TAHUN 2012 | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

STUDI KOMPARATIF PERSONAL HYGIENE ANAK TUNAGRAHITA DI SDLB KOTA JANTHO DAN SDLB LABUI BANDA ACEH TAHUN 2012


Pengarang

Sri Mushallina - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0807101020081

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

613

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Anak tunagrahita memiliki tingkat kecerdasan dibawah normal sehingga dalam melaksanakan tugas perkembangannya memerlukan bantuan atau layanan secara khusus terutama dalam kemampuan untuk mengurus dan merawat diri sendiri. Anak dalam asuhan keluarga cenderung mempunyai kesempatan untuk mendapat banyak perhatian dan lebih terpantau oleh kedua orang tuanya, hal tersebut berbeda dibandingkan dengan anak dalam asuhan asrama. Perbedaan pola asuh tersebut dapat menjadikan personal hygiene anak menjadi bersih atau kurang.
Tujuan penelitian secara umum untuk mengetahui perbedaan personal hygiene
anak yang tinggal di Asrarna (SDLB Kota Jantho) dan anak yang tinggal dengan orang tua (SDLB Labui Banda Aceh). Desain penelitian deskriptif komparatif. Populasi dalam penelitian ini 35 responden di SDLB Kota Jantho dan 64 responden di SDLB Labui Banda Aceh dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Data dikumpulkan dengan instrument checklist dengan teknik pemeriksaan . Analisa data dilakukan dengan uji T-Test independent . Hasil penelitian diperoleh terdapat perbedaan personal hygiene anak tunagrah ita di SDLB Kota Jantho dan SDLB Labui Banda Aceh: t-hitung > t-tabel. Secara keseluruhan anak tunagrahita yang tinggal dengan orang tua memiliki personal hygiene yang lebih bersih dari pada yang tinggal di lingkungan asrama. Oleh sebab itu, diharapkan kepada pihak asrama untuk lebih meningkatkan kebersihan diri pada anak tunagrahita dan penyandang cacat lainnya, mengingat kelompok ini sangat rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Dengan perhatian dan pendidikan kesehatan yang terus menerus diberikan oleh orang tua dan pengasuh akan menjadikan anak lebih mandiri dalam menjaga kebersihan diri dan tercipta kesehatan yang optimal.

Kata Kunci: Anak Tunagrahita, personal hygiene

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK