PEMAHAMAN PERAWAT PELAKSANA TENTANG TINDAKAN PEMENUHAN KEBUTUHAN PERAWATAN DIRI PADA PASIEN MYOCARDIAL INFARCT DI RUANG INTENSIVE CORONARY CARE UNIT DAN INSTALASI GAWAT DARURATBADAN PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PEMAHAMAN PERAWAT PELAKSANA TENTANG TINDAKAN PEMENUHAN KEBUTUHAN PERAWATAN DIRI PADA PASIEN MYOCARDIAL INFARCT DI RUANG INTENSIVE CORONARY CARE UNIT DAN INSTALASI GAWAT DARURATBADAN PELAYANAN KESEHATAN RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH


Pengarang

Wati S - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

0471160031

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Orem (1971) mengidentifikasi delapan kebutuhan yang berhubungan dengan perawatan diri pasien, yaitu kebutuhan oksigenisasi, cairan, nutrisi, eliminasi dan ekskresi, aktivitas dan istirahat yang seimbang, interaksi sosial, pencegahan terhadap bahaya serta peningkatan fungsi dan perkembangan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pemahaman perawat pelaksana tentang tindakan pemenuhan kebutuhan perawatan diri berdasarkan delapan kebutuhan self-care yang dikemukakan oleh Orem (1971) pada pasien MCI di Ruang ICCU dan IGD BPK RSU dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksploratif, dengan jumlah sampel 44 orang dan menggunakan kuesioner yang berisi 40 pertanyaan dalam bentuk multiple choice sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian dianalisa dengan menggunakan statistik distribusi frekwensi. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 21 sampai 23 Maret 2007 dan diperoleh hasil tentang pemahaman perawat yaitu kebutuhan oksigen, 38 orang (86,36 %) katagori baik, kebutuhan cairan 32 orang (72,73 %) katagori baik, kebutuhan nutrisi 31 orang (70,45 %) katagori baik, kebutuhan eliminasi dan ekskresi 36 orang (81,82 %) katagori baik, kebutuhan aktivitas dan istirahat 32 orang (72, 73 %) katagori baik, kebutuhan interaksi sosial 24 orang (54,55 %) katagori kurang, kebutuhan pencegahan bahaya 28 orang (63,64 %) katagori kurang dan kebutuhan peningkatan fungsi dan perkembangan 28 orang (63,64 %) katagori kurang. Secara umum hasil penelitian ini adalah 36 orang (81,82 %) memiliki pemahaman yang baik tentang tindakan pemenuban kebutuhan perawatan diri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perawat pela.ksana yang bertugas di Ruang ICCU dan IGD BPK RSU dr. Zainoel Abidin Banda Aceh sebahagian besar memiliki pemahaman yang baik tentang tindakan pemenuhan kebutuhan perawatan diri (self-care) pada pasien MCI. Pemahaman perawat pelaksana tentang pemenuhan kebutuhan perawatan diri pada pasien dapat dapat ditingkatkan melalui pelatihan, seminar dan diskusi di ruang perawatan dengan dukungan pihak manajemen rumah sakit.

Kata kunci : Pemahaman, perawatan diri, perawat pelaksana, pasien MCI

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK