STUDI KERENTANAN BANGUNAN SEKOLAH TIGA LANTAI DENGAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG DI BANDA ACEH TERHADAP BAHAYA GEMPA DAN TSUNAMI | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

STUDI KERENTANAN BANGUNAN SEKOLAH TIGA LANTAI DENGAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG DI BANDA ACEH TERHADAP BAHAYA GEMPA DAN TSUNAMI


Pengarang

NATASYA AMALIA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1704201010020

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S2) / PDDIKTI : 22101

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Kota Banda Aceh merupakan daerah yang terletak diantara dua patahan yang masih aktif yaitu, patahan segmen Aceh dan Seulimuem. Pada tahun 2004, gempa yang berkekuatan 9,3 SR pernah mengguncang Kota Banda Aceh yang kemudian disusul dengan gelombang tsunami pada lempeng burma. Dampak dari itu hampir semua bangunan sekolah rusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerentanan bangunan sekolah yang berada di Kota Banda Aceh terhadap bahaya gempa dan tsunami dari kapasitas struktur bangunan, sehingga didapat tingkat kerusakan dari kurva kerapuhan yang dikembangkan. Objek penelitian ini adalah bangunan sekolah tipikal yang berkonstruksi beton bertulang berlantai tiga yaitu Sekolah Budi Dharma dan SD Negeri 50 di Kota Banda Aceh. Penelitian dilakukan dengan cara survei lapangan untuk pengumpulan data struktur bangunan sekolah. Data yang dimasukkan berupa data bangunan, mutu bahan dan dimensi bangunan. Kemudian pembebanan diinput dalam program SAP2000 berupa beban mati, beban hidup, beban gempa terdiri dari rekaman gempa USGS dan perkiraan peta gempa Indonesia 2017, dan beban tsunami. Lalu menggunakan analisis beban dorong statik (pushover) untuk mendapatkan tingkat kerusakan dari kurva kapisitas untuk melihat perbandingan persentase probabilitas. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan nilai Sa terjadi perbedaan yang tidak terlalu besar antara kedua bangunan sehingga persentase probabilitias untuk tingkat kerusakan pada sekolah yang memiliki nilai Sa lebih tinggi sebesar 100% kerusakan ringan, 90% kerusakan sedang, 40% kerusakan berat dan 20% kerusakan total, maka dapat disimpulkan semakin besar persen probabilitas yaitu tingkat kerusakan bangunan, dipengaruhi pula bangunan yang ditinjau berdiri sebelum terjadinya 26 Desember 2004 (Sekolah Budi Dharma). Hasil perbandingan dari kedua bangunan sekolah jika ditinjau terhadap tsunami semakin besar nilai ketinggian genangan tsunami pada bangunannya maka semakin besar tingkat kerusakan ringan sebesar 100%, kerusakan sedang sebesar 94%, kerusakan berat sebesar 62% dan kerusakan total sebesar 1,4% yaitu pada bangunan SDN 50.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK