ANALISIS TINGKAT RISIKO KONFLIK GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS TEMMINCK, 1847) DENGAN MANUSIA DI KECAMATAN MILA KABUPATEN PIDIE | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

ANALISIS TINGKAT RISIKO KONFLIK GAJAH SUMATERA (ELEPHAS MAXIMUS SUMATRANUS TEMMINCK, 1847) DENGAN MANUSIA DI KECAMATAN MILA KABUPATEN PIDIE


Pengarang

RISA RAHMAWATY - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1606103010040

Fakultas & Prodi

Fakultas KIP / Pendidikan Biologi (S1) / PDDIKTI : 84205

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Rahmawaty, Risa. 2021. Analisis Tingkat Risiko Konflik Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus Temminck, 1847) dengan Manusia di Kecamatan Mila Kabupaten Pidie. Skripsi. Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.
Pembimbing:
(1) Dr. Khairil, M.Si., (2) Dr. Abdullah, M.Si.
Kata kunci: gajah sumatera, konflik gajah-manusia, risiko konflik
Gajah ditetapkan sebagai satwa yang terancam punah karena populasinya di alam liar yang terus menurun, salah satu penyebab kepunahannya adalah ancaman konflik yang terjadi antara gajah dengan manusia. Konflik gajah Sumatera dengan manusia di Aceh terus mengalami peningkatan di setiap tahunnya, namun belum adanya penyelesaian terhadap konflik ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat risiko konflik gajah dengan manusia di Kawasan Mila dan memetakan daerah terjadinya konflik. Metode yang digunakan adalah metode observasi dengan teknik purposive sampling, analisis data menggunakan rumus risiko bencana. Hasil analisis tingkat risiko konflik gajah dengan manusia di Kecamatan Mila menunjukkan bahwa tingkat risiko tinggi berada di Desa Tuha Lala (35,24%), Desa Babah Jurong (35,22%) dan Desa Kumbang (35,04%). Tingkat risiko sedang berada di Desa Krueng Lala (27,64%), Desa Mesjid Andeue (30,38%) dan Desa Dayah Andeue (33,38%). Sedangkan kawasan dengan tingkat risiko rendah berada di Desa Kulu (21,65%) dan Desa Dayah Sinthop (20,32%). Pemetaan daerah risiko konflik diwarnai merah untuk risiko tinggi, kuning untuk risiko sedang dan hijau untuk risiko rendah. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu Desa Tula Lala, Desa Babah Jurong dan Desa Kumbang merupakan kawasan dengan konflik tinggi yang ditandai warna merah. Desa Krueng Lala, Desa Mesjid Andeu dan Desa Dayah Andeue merupakan kawasan dengan konflik sedang yang ditandai warna kuning. Sedangkan Desa Kulu dan Desa Dayah Sinthop merupakan kawasan dengan konflik rendah yang ditandai warna hijau.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK