HUBUNGAN RASIO MONOSIT-HIGH DENSITY LIPOPROTEIN TERHADAP DIAMETER ARTERI KORONER PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

HUBUNGAN RASIO MONOSIT-HIGH DENSITY LIPOPROTEIN TERHADAP DIAMETER ARTERI KORONER PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER


Pengarang

Malahayati - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1607601020008

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Penyakit Dalam / PDDIKTI : 11702

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

616.123 2

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Latar Belakang
Penyakit jantung koroner merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh penyempitan lumen arteri koroner akibat proses aterosklerosis sehingga terjadi penimbunan lipid serta jaringan fibrosa dalam lumen arteri secara progresif. Rasio monosit – High Density Lipoprotein (RMH) mencerminkan keseimbangan proaterogenik dan antiaterogenik dan peningkatan nilai RMH berhubungan dengan keberadaan dan progresivitas serta tingkat keparahan obstruksi aterosklerosis koroner.

Metode
Penelitian ini dilakukan dengan rancangan potong lintang dan pengambilan sampel dengan total sampling. Metode pengumpulan data dengan mengutip catatan medik pasien yang menjalani angiografi koroner di Instalasi Kateterisasi RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dari bulan Januari sampai Desember 2020.

Hasil
Secara Total penelitian ini melibatkan 248 data rekam medik pasien, dimana laki- laki 213 orang (85,89%) dan perempuan 35 orang (14,11%) dengan proporsi terbanyak pada kelompok usia 50-59 tahun. Pasien dengan komorbid hipertensi, diabetes mellitus. Pasien dengan kelompok normal angiografi koroner 18 orang (7,26%), aliran lambat koroner 13 orang (5,24%), MINOCA 3 orang (1,20%) dan
stenosis 214 orang (86,30%)
Hasil analisis dengan uji one-way ANOVA menunjukkan variabel RMH dengan kelompok aliran lambat koroner, MINOCA, dan stenosis signifikan dengan nilai p = 0,0001 Hasil analisis dengan uji Pearson menunjukkan variabel RMH dengan dengan diameter arteri koroner pada ketiga kelompok, aliran lambat koroner, MINOCA, stenosis tidak signifikan nilai p > 0,05.

Kesimpulan
RMH tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap diameter arteri koroner pada kelompok stenosis, aliran lambat koroner dan MINOCA pada pasien PJK. RMH memiliki hubungan yang signifikan terhadat derajat obstruksi koroner pada pasien PJK.

Kata Kunci
Rasio monosit – High Density Lipoprotein, diameter arteri koroner, aliran lambat koroner, MINOCA, stenosis

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK