<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="92643">
 <titleInfo>
  <title>HUBUNGAN SUMBER INFORMASI, TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN DENGAN SIKAP PENYANGKALAN PANDEMI COVID-19 PADA MASYARAKAT KOTA BANDA ACEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>NANANG FUNGANI FAJAR</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pelaksanaan protokol kesehatan dilakukan sebagai upaya preventif dalam penyebaran COVID-19. Namun pada kenyataannya, beberapa survei memperlihatkan bahwa masyarakat masih belum patuh dan ada yang menganggap remeh dan mengabaikan himbauan untuk pelaksanaan protokol kesehatan dalam masa new normal ini yang dapat dipengaruhi beberapa faktor. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian analitik observasional yang dilakukan untuk menganalisis hubungan sumber informasi, tingkat pengetahuan dan pendidikan masyarakat Kota Banda Aceh terhadap sikap penyangkalan pandemi COVID-19 yang dilakukan di Lapangan Blang Padang Kota &#13;
Banda Aceh. Pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling dengan jumlah responden sebanyak 45 orang. Hasil analisis univariat dari sikap penyangkalan masyarakat Kota Banda Aceh adalah sebesar 51,1%. Hasil analisa uji Chi Square menunjukkan bahwa masyarakat yang menyangkal pandemi COVID-19 tertinggi didapatkan pada responden yang menggunakan sumber informasi media sosial (64,7%), tingkat pengetahuan cukup (64,3%), dan dengan tingkat pendidikan menengah (56,5%) dengan p-value untuk masing-masing secara berturut-turut adalah 0,009, 0,029, dan 0,014. Hal ini menunjukkan adanya hubungan sikap penyangkalan terhadap pandemi COVID-19 dengan sumber informasi, tingkat pengetahuan dan pendidikan dikarenakan nilai p-value</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>92643</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-08-24 16:27:52</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-25 11:24:29</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>