KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SD NEGERI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF DI SD NEGERI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

Firlia Rahmi - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1909200050027

Fakultas & Prodi

Fakultas Pasca Sarjana / Administrasi Pendidikan (S2) / PDDIKTI : 86104

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN INKLUSIF
DI SD NEGERI KOTA BANDA ACEH

Oleh : Firlia Rahmi
NPM : 1909200050027

Komisi Pembimbing:
1. Prof. Dr. Murniati AR, M. Pd.
2. Dr. Nasir Usman, M. Pd

ABSTRAK

Kompetensi manajerial sangat penting bagi kepala sekolah dalam mengelola sumber daya dan potensi untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan efesien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara spesifik perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif di SD Negeri Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan dianalisis data dengan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Subjek penelitian meliputi: kepala sekolah, guru, komite sekolah, orang tua PDBK, pengawas, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh. Lokasi penelitian yaitu SDN 16, SDN 18, SDN 25, dan SDN 54 di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pada SDN 18 dan SDN 25 terdokumentasi dan memiliki penanggung jawab pendidikan inklusif, sedangkan SDN 16 dan SDN 54 perencanaan belum terdokumentasi dengan baik; (2) Pada pelaksanaan, SDN 16, SDN 18, dan SDN 25 melakukan modifikasi kurikulum pada pembelajaran tapi tidak terdokumentasi. SDN 18 memiliki guru pembimbing khusus (GPK) dan SDN 25 satu guru berlatar belakang pendidikan PLB. Keempat sekolah belum memiliki sarana prasarana memadai dan media pembelajaran khusus; (3) Pengawasan dilakukan oleh kepala sekolah terhadap guru, tapi belum menggunakan instrumen. Evaluasi telah dilakukan tapi belum terdokumentasi dengan baik; dan (4) Faktor pendukung yaitu: kepala sekolah dan guru memiliki persepsi, kepedulian, kepekaan, dan komitmen tinggi terhadap PDBK. Faktor penghambat, tidak ada GPK, sarana prasarana minim, dana khusus serta pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh secara kontinu. Disarankan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banda Aceh agar dapat menempatkan GPK, menganggarkan dana khusus, dan melakukan pendampingan dan pengawasan.

Kata Kunci: Kompetensi Manajerial, Kepala Sekolah, dan Pendidikan Inklusif

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK