MODAL SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BADAN USAHA MILIK GAMPONG (BUMG) DI GAMPONG TRIENG GADENG KECAMATAN DARUL AMAN KABUPATEN ACEH TIMUR | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

MODAL SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI BADAN USAHA MILIK GAMPONG (BUMG) DI GAMPONG TRIENG GADENG KECAMATAN DARUL AMAN KABUPATEN ACEH TIMUR


Pengarang

ZULFADHLI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1610101010040

Fakultas & Prodi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik / Sosiologi (S1) / PDDIKTI : 69201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran modal sosial dalam pemberdayaan masyarakat melalui BUMG di Gampong Trieng Gadeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menjelaskan peran modal sosial secara mendalam. Proses pemilihan informan diperoleh secara metode purposive sampling sedangkan untuk menganalisis data menggunakan model analisis data Miles dan Huberman. Informan dalam penelitian ini adalah perangkat Gampong, pihak BUMG dan masyarakat Gampong Trieng Gadeng yang semua berkaitan dengan proses berjalannya BUMG. Teori yang digunakan adalah teori modal sosial Robert D Putnam dalam melihat sebuah kekuatan yang didalamnya terdapat jaringan, norma dan kepercayaan dalam proses BUMG. Modal sosial yang terdapat di BUMG Gampong Trieng Gadeng adalah tipe modal bounding (mengikat) dan linking (menghubungkan). Kedua tipe modal sosial tersebut ditopang oleh pak geuchik, dimana kepemimpinan dari geuchik tersebut mampu membuat unsur-unsur modal sosial berjalan secara efektif, mulai dari membangun kepercayaan antar berbagai pihak, menjalankan program BUMG sesuai dengan norma setempat dan juga membangun jaringan sosial. Selain itu modal sosial berperan sebagai pendorong lahirnya kerjasama antara pemerintah, pengelola BUMG, dan masyarakat dalam menyukseskan program yang telah ditetapkan oleh BUMG. Sedangkan hambatan yang dialami BUMG Gampong Trieng Gadeng yaitu masih belum optimalnya hasil yang diperoleh karena masih tergolong bisnis yang baru dijalankan dan keadaan diperparah oleh pandemic COVID 19 selama tahun 2020 ini sehingga alokasi dana harus dialihkan untuk penanganan pandemi. Akibatnya modal BUMG terbatas dan tidak bisa melibatkan kelompok masyarakat yang lebih besar dalam menjalankan program BUMG. Kata Kunci: Modal Sosial, Pemberdayaan, BUMG

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK