<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="92581">
 <titleInfo>
  <title>UNJUK KERJA KOLEKTOR SURYA TIPE TEROWONGAN PADA PROSES PENGERINGAN IKAN KEUMAMAH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ZAWIRUL NAUFAL</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengurangan kadar air ikan keumamah adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kualitas dari produk tersebut 	agar harga jualnya tetap tinggi dengan tujuan memperbaiki ekonomi para nelayan, serta menambah usia produk dari pembusukan. Pengeringan tersebut dapat dilakukan dengan penjemuran langsung dibawah sinar matahari ataupun dengan bantuan alat pengering. Pengeringan ikan dengan alat pengering tipe terowongan adalah memanfaatkan energi surya yang dikumpulkan oleh plat kolektor kemudian diubah menjadi energi panas. Pada alat ini dipasang 	turbin ventilator dibagian ujungnya, gunanya untuk menarik udara dari dalam ruang pengering. Pengeringan dengan alat pengering terowongan bertingkat hanya membutuhkan waktu 10 jam untuk menurunkan kadar air ikan keumamah dari sebesar 30 % sampai 38,6 %. Sedangkan pengeringan secara tradisional membutuhkan waktu 13 jam, dengan kadar air ikan yang hilang sebesar 25 %. Pengeringan dengan alat pengering lebih higienis dan 	praktis. Sedangkan Pengeringan secara tradisional membutuhkan waktu yang lama dan kebersihan produk kurang terjamin.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>92581</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-08-23 20:30:19</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-24 11:00:17</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>