PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PERKOTAAN WILAYAH KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN DENGAN APLIKASI HEC-RAS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PERKOTAAN WILAYAH KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN DENGAN APLIKASI HEC-RAS


Pengarang

DEVA CANUBRY - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1504101010099

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

627.54

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Sungai Krueng Leuhan adalah sungai yang terletak diantara dua gampong di
Kecamatan Johan Pahlawan, yaitu Gampong Leuhan dan Gampong Blang
Berandang. Sungai ini berfungsi sebagai saluran drainase primer bagi kedua
gampong tersebut. Saluran ini sering mengalami luapan air ketika musim hujan
datang. Luapan disebabkan adanya sedimentasi di hilir saluran sehingga muka air
naik di sepanjang saluran, sehingga dibutuhkan penelitan tentang kemampuan
sungai ketika dialiri debit banjir. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah
menganalisis kapasitas tampungan sungai menggunakan aplikasi HEC-RAS, serta
memberikan saran penanggulan banjir yang efektif. Saluran yang ditinjau hanya
sungai Krueng Leuhan yang dibatasi dari ujung Gampong Leuhan sampai hilir
menuju sungai Krueng Meureubo. Studi ini hanya menggunakan data sekunder
yang diperoleh dari penelitian sebelumnya serta data sekunder dari instansi terkait.
Luas daerah tangkapan airnya adalah 11,42 km². Panjang saluran yang ditinjau
adalah 6,5 km, dengan kemiringan saluran 0,00046. Data hujan berasal dari Stasiun
Cut Nyak Dhien selama 12 tahun (2003-2014). Debit banjir dihitung dengan
metode Rasional Modifikasi, digunakan periode ulang 10 tahun dengan besar debit
banjir 35,864 m3/detik. Data debit banjir ini kemudian di-input ke dalam HEC-RAS
dan disandingkan dengan data eksisting sungai untuk di-running. Hasil running
pada saluran eksisting dengan input debit tersebut menunjukkan terjadinya
overtopping di hampir sepanjang sungai. Metode penanggulangan banjir yang
digunakan hanya metode struktural, yaitu normalisasi sungai. Dari hasil running
setelah dilakukan normalisasi sungai, tidak terlihat adanya overtopping di seluruh
penampang sungai, sehingga Sungai Krueng Leuhan aman dari limpasan banjir
periode ulang 10 tahun.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK