<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="92492">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PARAMETER PEMOTONGAN DAN TEMPERATUR CAIRAN PENDINGIN TERHADAP PROFIL BURR MENGGUNAKAN BAJA KARBON RENDAH DAN PAHAT HSS PADA PROSES GURDI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Zufar Ramadhan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Proses penggurdian salah satu proses yang banyak digunakan dalam industri manufaktur. Terutama pada proses pembuatan lubang, Salah satu masalah yang belum teratasi pada proses pembuatan lubang adalah terjadinya burr pada hasil gurdi. Penelitian ini mempelajari parameter pemotongan yang ideal untuk meminimalisasi terjadinya burr sehingga tidak memerlukan proses lainnya serta mempelajari pengaruh temperatur cairan pendingin terhadap terjadinya burr. Mesin yang digunakan untuk menggurdi yaitu CNC FOCUS ESEMKA VMC-L540 dan menggunakan mata pahat NACHI jenis twist drill  HSS yang berdiameter 5 mm. Parameter pemesinan yang digunakan yaitu putaran Spindle 600 rpm, 1300 rpm, 2000 rpm, pemakanan 108, 130, 140  mm/min,  temperatur cairan pendingin 15oC, cairan pendingin 25oC, dan tanpa cairan pendingin. Untuk mengetahui ketinggian burr yang dihasilkan, pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat ukur ketinggian (height gauge). Ketinggian burr tertinggi didapat pada putaran Spindle 600 rpm  pada laju pemakanan 140 mm/min tanpa menggunakan cairan pendingin yaitu 0,73 mm dan burr terendah didapat pada putaran Spindle 2000 rpm laju pemakanan 108 mm/min dengan menggunakan cairan pendingin bertemperatur 15oC  yaitu 0,15 mm.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>92492</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-08-20 12:25:46</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-23 10:40:02</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>