PENGARUH PENCAMPURAN SEMEN TERHADAP NILAI PARAMETER PEMADATAN PADA TANAH SEDIMEN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PENGARUH PENCAMPURAN SEMEN TERHADAP NILAI PARAMETER PEMADATAN PADA TANAH SEDIMEN


Pengarang

Nora Disra - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1704001010076

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Di daerah Aceh banyak terdapat tanah sedimen yang tidak digunakan lagi setelah dilakukan penggerukan, hal tersebut mendorong penulis untuk meneliti apakah tanah sedimen dapat digunakan untuk konstruksi seperti tanah timbunan untuk rumah maupun jalan. Maka dari itu diperlukan perbaikan pada tanah sedimen tersebut dengan cara stabilisasi. Dalam penelitian ini bahan stabilisasi yang digunakan adalah semen. Penambahan semen untuk bahan aditif dengan harapan dapat meningkatkan stabilitas dan tingkat kepadatan tanah sedimen menjadi lebih baik. Penggunaan semen sebagai bahan stabilisasi tanah sedimen dimulai dari persentase 0%, 5%, 10%, 15% sampai 20%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan semen sebagai bahan stabilisasi terhadap nilai kadar air optimum (OMC) dan berat volume kering maksimum (?dmaks). Pada penelitian ini, tanah sedimen yang digunakan berasal dari Bendungan Krueng Jreu, Desa Reukih Dayah, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Pengujian yang dilakukaan yaitu pengujian berat jenis, batas cair, batas plastis, analisa saringan, dan pengujian pemadatan. Hasil yang diperoleh untuk berat jenis sebesar 2,67, batas cair yaitu 32%, batas plastis 24%, dan analisa saringan lolos #200 sebesar 62,51%. Berdasarkan hasil tersebut bahwa tanah sedimen menurut klasifikasi AASTHO tergolong ke dalam jenis tanah A-4 (3) termasuk ke dalam tanah berlanau sedang sampai buruk , dan menurut USCS termasuk ke dalam tanah lanau tak organik dan pasir sangat halus, serbuk batuan atau pasir halus berlanau dan berlempung (ML). Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa kadai air optimum (OMC) persentase 0% sampai 20% mengalami penurunan dan nilai berat volume kering maksimum persentase 0% sampai 10% mengalami kenaikan, sedangkan 15% sampai 20% mengalami penurunan.
Kata kunci: Stabilisasi tanah, tanah sedimen, semen, pemadatan

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK