KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL MENGGUNAKAN BAHAN PENGIKAT RUBBERIZED ASPHALT DAN FILLER AMPAS TEBU | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL MENGGUNAKAN BAHAN PENGIKAT RUBBERIZED ASPHALT DAN FILLER AMPAS TEBU


Pengarang

Aula Sofia - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604001010048

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (D3) / PDDIKTI : 22401

Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

625.85

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Memanfaatkan suatu limbah industri untuk mendapatkan nilai tambah, merupakan
bentuk inovasi dalam suatu penelitian. Pemanfaatan material limbah pada
campuran perkerasan jalan dapat menjadi solusi alternatif dalam menanggulangi
besarnya jumlah limbah yang ada. Limbah ban dalam bekas kendaraan adalah
karet alam yang telah melewati proses pabrikasi dan sudah melewati penambahan
campuran- campuran tertentu kemudian dicetak dalam bentuk ban dalam untuk
kendaraan bermotor. Material yang umum digunakan sebagai filler penyusun
campuran beraspal adalah semen, kapur, abu batu, dan abu terbang yang mana
persediaannya terbatas dan relatif mahal. Salah satu alternatif unuk mengganti
bahan tersebut adalah dengan menggunakan pemanfaatan lingkungan sekitar.
Pemanfaatan tersebut antara lain dengan menggunakan serbuk ampas tebu sebagai
filler dan ban bekas sebagai bahan tambah aspal. Berdasarkan hal tersebut
dilakukan penelitian dengan campuran laston lapis antara (AC-WC) menggunakan
variasi Ban 3%. 4% dan 5% dan filler serbuk ampas tebu (SAT) 6%. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari penambahan ban bekas
terhadap aspal dan ampas tebu sebagai filler pada campuran laston AC-WC.
Setelah dilakukan pemeriksaan sifar fisis agregat dan aspal, maka tahapan
penelitian selanjutnya adalah mencari kadar aspal optimum (KAO), KAO yang
didapatkan adalah 5,25%. Kemudian dilakukan pembuatan benda uji dengan
penggunaan serbuk ampas tebu serta penambahan ban 3%. 4% dan 5%. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa untuk campuran beton aspal dengan penambahan
ban bekas dengan variasi 3%, 4% dan 5% dan filler serbuk ampas tebu (SAT) 6%
dan Portland Cement (PC) 94% dengan KAO 5,25% dan metode pencampuran
cara kering ini tidak semua nilai parameter Marshall memenuhi persyaratan sesuai
dengan spesifikasi Direktorat Jenderal Bina Marga 2014. Pada persentase ban
bekas 3% didapatkan nilai stabilitas yang tinggi yaitu 1448,06 kg dibandingkan
dengan persentase ban bekas 4% dan 5%. Nilai flow tertinggi didapat pada
penambahan ban bekas 3% yaitu 4,00 mm dan untuk persentase ban bekas 4% dan
5% juga memenuhi persyaratan. Nilai Marshall Quotient tertinggi diperoleh pada
penambahan ban bekas 3% dan serbuk SAT 6% yaitu 362,9 Kg/mm.

Kata kunci
: Karakteristik Beton Aspal, Serbuk Ampas Tebu, Ban Bekas.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK