<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="92300">
 <titleInfo>
  <title>KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON ASPAL MENGGUNAKAN BAHAN PENGIKAT RUBBERIZED ASPHALT DAN FILLER AMPAS TEBU</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Aula Sofia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK &#13;
Memanfaatkan suatu limbah industri untuk mendapatkan nilai tambah, merupakan&#13;
bentuk inovasi dalam suatu penelitian. Pemanfaatan material limbah pada&#13;
campuran perkerasan jalan dapat menjadi solusi alternatif dalam menanggulangi&#13;
besarnya jumlah limbah yang ada. Limbah ban dalam bekas kendaraan adalah&#13;
karet alam yang telah melewati proses pabrikasi dan sudah melewati penambahan&#13;
campuran- campuran tertentu kemudian dicetak dalam bentuk ban dalam untuk&#13;
kendaraan bermotor. Material yang umum digunakan sebagai filler penyusun&#13;
campuran beraspal adalah semen, kapur, abu batu, dan abu terbang yang mana&#13;
persediaannya terbatas dan relatif mahal. Salah satu alternatif unuk mengganti&#13;
bahan tersebut adalah dengan menggunakan pemanfaatan lingkungan sekitar.&#13;
Pemanfaatan tersebut antara lain dengan menggunakan serbuk ampas tebu sebagai&#13;
filler dan ban bekas sebagai bahan tambah aspal. Berdasarkan hal tersebut&#13;
dilakukan penelitian dengan campuran laston lapis antara (AC-WC) menggunakan&#13;
variasi Ban 3%. 4% dan 5% dan filler serbuk ampas tebu  (SAT) 6%. Tujuan dari&#13;
penelitian ini adalah untuk mengetahui manfaat dari penambahan ban bekas&#13;
terhadap aspal dan ampas tebu sebagai filler pada campuran laston AC-WC.&#13;
Setelah dilakukan pemeriksaan sifar fisis agregat dan aspal, maka tahapan&#13;
penelitian selanjutnya adalah mencari kadar aspal optimum (KAO), KAO yang&#13;
didapatkan adalah 5,25%. Kemudian dilakukan pembuatan benda uji dengan&#13;
penggunaan serbuk ampas tebu serta penambahan ban 3%. 4% dan 5%. Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa untuk campuran beton aspal dengan penambahan&#13;
ban bekas dengan variasi 3%, 4% dan 5% dan filler serbuk ampas tebu (SAT) 6%&#13;
dan Portland Cement (PC) 94% dengan KAO 5,25% dan metode pencampuran&#13;
cara kering ini tidak semua nilai parameter Marshall memenuhi persyaratan sesuai&#13;
dengan spesifikasi Direktorat Jenderal Bina Marga 2014. Pada persentase ban&#13;
bekas 3% didapatkan nilai stabilitas yang tinggi yaitu 1448,06 kg dibandingkan&#13;
dengan persentase ban bekas 4% dan 5%. Nilai flow tertinggi didapat pada&#13;
penambahan ban bekas 3% yaitu 4,00 mm dan untuk persentase ban bekas 4% dan&#13;
5% juga memenuhi persyaratan. Nilai Marshall Quotient tertinggi diperoleh pada&#13;
penambahan ban bekas 3% dan serbuk SAT 6% yaitu 362,9 Kg/mm. &#13;
&#13;
Kata kunci &#13;
: Karakteristik Beton Aspal, Serbuk Ampas Tebu, Ban Bekas. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>ASPHALT CONCRETE - ROAD ENGINEERING</topic>
 </subject>
 <classification>625.85</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>92300</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-08-13 14:48:39</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-02-07 11:54:19</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>