PERBANDINGAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA ANTARA PEMBERIAN KRIM KURKUMIN 10% DAN SILVER SULFADIAZINE 1% PADA MODEL HEWAN COBA LUKA BAKAR FULL THICKNESS TERINFEKSI SECARA MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PERBANDINGAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA ANTARA PEMBERIAN KRIM KURKUMIN 10% DAN SILVER SULFADIAZINE 1% PADA MODEL HEWAN COBA LUKA BAKAR FULL THICKNESS TERINFEKSI SECARA MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS


Pengarang

Muhammad Azmi Fanany - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1607601010007

Fakultas & Prodi

Fakultas Kedokteran / Ilmu Bedah / PDDIKTI : 11707

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

ABSTRAK
Latar Belakang: Luka bakar terinfeksi memberikan dampak negatif pada fisik dan psikologis hingga dapat menyebabkan kematian. Luka bakar berkaitan dengan infeksi akibat penurunan aliran darah pada area luka akan mempercepat kolonisasi. Pemberian agen antibiotik topikal bermanfaat dalam tatalaksana luka bakar dalam aplikasi klinis. Kunyit (Curcuma longa) memiliki senyawa bioaktif yang memiliki efek antimikroba yang sudah digunakan secara turun temurun di Indonesia sebagai obat untuk tatalaksana luka. Metode: Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental laboratorik dengan desain rancangan acak lengkap menggunakan model hewan coba tikus putih (Rattus novergicus) bakar full thickness terinfeksi. Kelompok penelitian dibedakan menjadi Kelompok krim Silver Sulfadiazine 1% (KSS) dan Kelompok Krim Kurkumin 10% (KK). Evaluasi penyembuhan luka secara makroskopik dan mikroskopik pada hari ke-14 dan ke-21. Analisis Independent sample t-test dan Mann Whitney U test dilakukan dengan interval kepercayaan 95%. Hasil: Sebanyak 24 model hewan coba luka bakar full thickness terinfeksi terlibat dalam penelitian ini. Pada hari ke-14, rerata skor mikroskopis KK dan KSS secara berurutan adalah 6,82 ± 1,2 dan 6,23 ± 0,94 (p = 0,365). Pada hari ke-21, rerata skor mikroskopis KK dan KSS secara berurutan adalah 9,17 ± 0,75 dan 7,67 ± 0,81 (p = 0,008). Ukuran diameter luka secara signifikan dengan pemberian KK lebih baik dibanding kelompok lain pada hari ke-14 dan Ke-21 (p

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK