Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI KERENTANAN STRUKTUR BANGUNAN BERTINGKAT TINGGI AKIBAT GEMPA DI KOTA BANDA ACEH
Pengarang
Aufar Abdi - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1604101010009
Fakultas & Prodi
Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Gempa bumi adalah fenomena alam berupa getaran atau getar-getar yang terjadi di permukaan bumi akibat pelepasan energi dari dalam secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismic yang dapat mengakibat kerusakan struktur pada bangunan sehingga salah satu usaha mitigasi bencana gempa bumi adalah dengan memperkuat struktur bangunan. Gedung KANWIL BRI Banda Aceh sudah melewati berbagai gempa salah satunya gempa kembar tanggal 11 April 2012, yaitu gempa Simeulue I (8,3 SR) dan gempa Simeulue II (8,1 SR), banyak balok dan pelat lantai dari gedung ini mengalami retak-retak, baik retak geser maupun retak lentur. Setelah kejadian tersebut, maka retak-retak tersebut telah diperbaiki dengan melakukan injeksi epoxy resin. Di samping itu juga ditambah beberapa dinding geser pada struktur bangunan tersebut. Untuk itu perlu dilakukan pengecekan ulang kerentanan struktur bangunan tersebut dengan memodelkan ulang struktur bangunan sesuai dengan spesifikasinya pada aplikasi SAP2000, yang kemudian diberikan beban Pushover serta pembebanan Time History. Pengolahan data akan di analisis dengan aturan standar ATC-40, ASCE-41 serta dengan Incremental Dynamic Analysis (IDA). Berdasarkan hasil pushover dengan Respon spektrum kota Banda Aceh atas standar ATC-40 dan ASCE-41, gedung KANWIL BRI Banda Aceh didapat pada level kinerja Immediate Accupancy, kemudian dari hasil analisis dengan metode Incremental Dynamic Analysis (IDA) terhadap gempa Simeulu I, didapatkan kurva kerapuhan gedung di mana dengan skala 8,3 SR mengalami kemungkinan terjadinya kerusakan struktur Slight Damage sebesar 97,27%, 86,08% Moderate damage, 37,3% Extensive damage, dan untuk Collapse Damage sebesar 0,0004%.
Kata Kunci : Incremental Dynamic Analysis (IDA), ATC-40, ASCE-41, Kurva Kerapuhan,
Tidak Tersedia Deskripsi
PENGEMBANGAN APLIKASI TERAPAN UNTUK KERENTANAN SEISMIK BANGUNAN BERBASIS PEMROGRAMAN PYTHON (M. Aulia Ramadhan, 2024)
IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN PENYEBAB KERENTANAN PERUMAHAN PADA LOKASI RAWAN BENCANA GEMPA BUMI DI KOTA BANDA ACEH (STUDI KASUS: GAMPONG SEUTUI) (Diva Natasya, 2025)
PERKUATAN SEISMIK DAN KINERJA PASCA PERKUATAN BANGUNAN LANTAI 7 DI KOTA BANDA ACEH (MUHAMMAD RAFI HIBATULLAH, 2022)
PENILAIAN KERENTANAN BANGUNAN AKIBAT GEMPA: STUDI KASUS BANGUNAN TEMPAT TINGGAL DI KABUPATEN BENER MERIAH (Thifal Ufairah, 2020)
PEMETAAN KERENTANAN BENCANA AKIBAT GEMPA BUMI DI WILAYAH SUMATERA BARAT MELALUI PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) (UMMI BARKAH, 2025)