<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="92235">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH KONDISI PEMOTONGAN TERHADAP DELAMINASI PADA PROSES FRAIS KOMPOSIT SERAT PISANG ABAKA</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MHD RIZKI FADILAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada saat ini penggunaan material komposit sudah berkembang dan mulai menggantikan material logam. Material komposit lebih disukai karena ringan, tahan terhadap korosi, dan kuat. Untuk membuat suatu produk membutuhkan proses pemesinan salah satunya adalah proses frais. Namun proses ini menimbulkan suatu kerusakan pada komposit yaitu delaminasi. Penelitian ini ditujukan untuk melihat pengaruh parameter pemotongan terhadap delaminasi pada material komposit dengan ketebalan 10 mm menggunakan mesin CNC Focus VMC-L540 dan mata pahat HSS Endmill berdiameter 10 mm. Penelitian ini menggunakan metode Box-Behnken Design dengan tiga faktor dan tiga level dengan dilakukan 15 kali percobaan. Hasil data ANOVA menunjukkan bahwa kecepatan pemakanan merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap delaminasi pada proses pengefraisan up cut dan down cut. Untuk meminimalkan terjadinya delaminasi pada up cut, kombinasi antara putaran spindel 2000 rpm, kecepatan pemakanan 190 mm/min, dan kedalaman potong 2 mm. Sedangkan pada down cut, kombinasi antara putaran spindel 2000 rpm, kecepatan pemakanan 190 mm/min, dan kedalaman Potong 3 mm.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>92235</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-08-07 16:53:29</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-09 14:43:06</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>