PRARANCANGAN PABRIK STIRENA DARI DEHIDROGENASI ETILBENZENA DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 45.000 TON/TAHUN | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

PRARANCANGAN PABRIK STIRENA DARI DEHIDROGENASI ETILBENZENA DENGAN KAPASITAS PRODUKSI 45.000 TON/TAHUN


Pengarang

NOVIA ARISNI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604103010091

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Kimia (S1) / PDDIKTI : 24201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Prarancangan pabrik stirena menggunakan etilbenzena sebagai bahan baku utama. Proses produksi yang digunakan adalah proses dehidrogenasi. Kapasitas produksi sebesar 45.000 ton/tahun dengan waktu operasi 330 hari/tahun selama 24 jam/hari. Pabrik ini direncanakan didirikan di Teluk Terate, Kecamatan Keramatwatu, Serang, Banten dengan luas area pabrik 14.623 m2. Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah Perseroan Terbatas (PT) dengan menggunakan struktur organisasi garis dan staf (tenaga kerja sebanyak 120 orang). Kebutuhan air untuk pabrik berasal dari Sungai Cibanten dengan total kebutuhan air sebesar 80.565,5663 L/jam, dan untuk kebutuhan listrik diperoleh dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan generator diesel dengan daya 292,977 kW
Hasil analisis ekonomi diperoleh sebagai berikut:
1. Fixed Capital Investment (FCI) = Rp 553.778.615.222
2. Working Capital Investment (WCI) = Rp 138.444.653.806
3. Total Capital Investment (TCI) = Rp 692.223.269.028
4. Total Production Cost (TPC) = Rp 4.903.679.149.555
5. Hasil Penjualan = Rp 5.227.322.099.653
6. Laba bersih = Rp 242.732.212.574
7. Rate of Return (ROR) = 34,07%
8. Pay Out Time (POT) = 2 tahun 9 bulan
9. Internal Rate Of Return (IRR) = 64%
10. Break-even Point (BEP) = 54%
Berdasarkan studi kelayakan teknis dan ekonomi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa prarancangan pabrik stirena ini layak dilanjutkan ke tahap konstruksi.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK