KUAT LEKATAN ANTARA MATERIAL KOMPOSIT NATURAL FIBER REINFORCED POLYMER (NFRP) SERAT ABAKA DAN BETON UNTUK PERKUATAN BALOK BETON BERTULANG | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KUAT LEKATAN ANTARA MATERIAL KOMPOSIT NATURAL FIBER REINFORCED POLYMER (NFRP) SERAT ABAKA DAN BETON UNTUK PERKUATAN BALOK BETON BERTULANG


Pengarang

NAZIRA SUHA AL BAKRI - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1704101010031

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Sipil (S1) / PDDIKTI : 22201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penurunan kekuatan struktur beton dapat disebabkan karena pengaruh lingkungan, umur, desain awal yang kurang baik, kejadian-kejadian alam seperti gempa dan kurangnya perawatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perbaikan dan perkuatan konstruksi beton untuk meningkatkan kinerja struktur beton bertulang dan memperpanjang umur layan. Salah satu metode perbaikan dan perkuatan struktur bangunan yaitu dengan menggunakan Fiber Reinforced Polymer (FRP) pada balok beton bertulang. Namun kekurangan dari material FRP adalah biaya yang relatif mahal, sehingga diperlukan suatu alternatif pemakaian material FRP berbahan alami yang bersifat ramah lingkungan dan relatif lebih murah untuk diaplikasikan. Salah satu serat alami yang telah diteliti dan digunakan sebagai material komposit Natural Fiber Reinforced Polymer (NFRP) adalah serat abaka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh variasi jumlah lapis serat alam terhadap kuat lekatan pada beton untuk perkuatan balok beton bertulang. Metode perkuatan NFRP yang digunakan adalah dengan cara direkatkan serat pada permukaan sisi kiri dan kanan balok beton bertulang dengan perekat resin epoxy. Penempelan serat abaka pada balok beton bertulang diawali dengan mengkasarkan permukaan beton yang akan ditempel serat terlebih dahulu. Serat dipotong dengan ukuran perencanaan (50 x 240) mm. Benda uji yang digunakan adalah benda uji balok beton bertulang berukuran (100 x 100 x 300) mm yang berjumlah 9 benda uji diantaranya 3 benda uji sebagai balok kontrol dan 6 benda uji menggunakan perkuatan NFRP dengan variasi jumlah lapisannya. Berdasarkan hasil penelitian, pola kegagalan yang didapat pada benda uji balok beton bertulang yang diperkuat dengan serat NFRP terjadi putus pada lokasi artificial crack. Namun pada SAAE-LP3 tidak mengalami putus material komposit NFRP melainkan putus baja dan beton mengalami keretakan. Penggunaan NFRP serat abaka yang efektif adalah SAAE-LP3 dengan persentase peningkatan beban maksimum sebesar 24,623% dan SABE-LP3 sebesar 23,737%. Persentase peningkatan nilai tegangan maksimum yang mampu dicapai oleh SAAE-LP3 sebesar 35,890% dan SABE-LP3 sebesar 34,247%.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK