KAJI TEORITIS UNJUK KERJA PENUKAR PANAS BAWAH TANAH UNTUK APLIKASI PENDINGIN RUMAH TIPE-36 DENGAN SIMULASI CFD | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

KAJI TEORITIS UNJUK KERJA PENUKAR PANAS BAWAH TANAH UNTUK APLIKASI PENDINGIN RUMAH TIPE-36 DENGAN SIMULASI CFD


Pengarang

ZHAFRAN MAULANA - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1604102010056

Fakultas & Prodi

Fakultas Teknik / Teknik Mesin (S1) / PDDIKTI : 21201

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

Penukar panas bawah tanah dengan fluida kerja udara dapat digunakan sebagai kontribusi pasif untuk mengurangi kebutuhan energi bangunan untuk tujuan pemanasan ataupun pendinginan. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji unjuk kerja penukar panas bawah tanah dengan beberapa variasi parameter desain seperti : panjang pipa, diameter pipa, jumlah lekukan pipa serta jenis tanah dimana penukar panas bawah tanah ditanam, lebih lanjut regime termal rumah tipe-36 baik dengan atau tanpa menggunakan penukar panas bawah tanah. Pada penelitian ini, disimulasikan menggunakan software CFD ANSYS Fluent. Dari hasil simulasi tersebut didapatkan nilai temperatur outlet udara pada setiap variasi parameter yang telah ditentukan. Pada variasi panjang pipa, penurunan temperatur udara outlet tertinggi pada pipa 47 meter yaitu sebesar 26,8 °C. Dimana pertambahan panjang pipa mempengaruhi penurunan temperatur udara outlet yang lebih baik. Pada variasi diameter pipa, perbedaan penurunan temperatur udara outlet tidak terlalu signifikan. Dimana selisih rata-rata penurunan temperatur udara outlet sebesar 0,046 °C. Pada variasi jumlah lekukan, penurunan temperatur udara outlet yang dihasilkan adalah sama untuk ketiga variasi yaitu 28,2 °C, nilai parameter yang menunjukkan selisih yang cukup berbeda adalah pressure drop. Pada variasi jenis tanah, penurunan temperatur udara outlet tertinggi diperoleh untuk jenis tanah (soil) yaitu 26,1 °C. Pada Kajian regime termal rumah tipe-36 didapatkan hasil simulasi rumah yang menggunakan penukar panas bawah tanah dapat menurunkan temperatur sekitar 2 °C dengan rata-rata temperatur rumah 30,4 °C.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK