Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KEEFEKTIFAN DOSIS ATRAKTAN PETROGENOL DAN JUMLAH LUBANG PERANGKAP DALAM MENGENDALIKAN HAMA LALAT BUAH (DIPTERA : TEPHRITIDAE) PADA TANAMAN JAMBU MADU
Pengarang
Paijal - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1605109010004
Fakultas & Prodi
Fakultas Pertanian / Proteksi Tanaman (S1) / PDDIKTI : 54295
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Lalat buah (Diptera: Tephritidae) merupakan hama yang penting pada berbagai
tanaman pertanian. Kehilangan hasil yang diakibatkan oleh serangga hama lalat ini buah
berkisar anatara 30-60% dan pada populasi yang tinggi bisa mencapai 100%. Kerusakan
yang ditimbulkan oleh serangan hama lalat buah terdapat bintik hitam pada buah serta
gugurnya buah sebelum waktu kematangan yang diinginkan, sehingga menyebabkan
terjadinya penurunan kualitas produksi baik secara kuantitas maupun kualitas. Informasi
tentang pengendalian hama lalat buah dengan menggunakan atraktan petrogenol masih
belum diketahui oleh masyarakat petani jambu madu di Kota Banda Aceh. Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan dosis atraktan petrogenol dan jumlah
lubang perangkap dalam mengendalikan lalat buah, dan apakah ada intraksi antara dosis dan
jumlah lubang perangkap.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) fola faktorial
dengan 3 ulangan dan 15 kombinasi sehingga diperoleh 45 unit percobaan. Perlakuan Dosis
(D) yang terdiri dari 5 taraf yaitu: D0 = Kontrol, D1 = Dosis 0,25 ml, D2 = Dosis 0,50 ml,
D3 = Dosis 0,75 ml, D4 = Dosis 1 ml. Perlakuan jumlah lubang perangkap yang terdiri dari
L2 = Dua lubang, L4 = Empat lubang, L6 = Enam lubang. Penelitian ini dilaksanakan di
Desa Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh dan di Laboratorium Ilmu Ham
Tumbuhan Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.
Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Desember 2020 sampai dengan Februari 2021
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spesies lalat buah yang ditemukan adalah
Bactrocera sp. Jumlah rata-rata populasi lalat buah yang terperangkap yaitu, 33.44, 27.11,
12.33, 6.89 dan 0 ekor untuk : 1 ml, 0.75, 0.50, 0.25 dan pada kontrol. sedangkan 0 pada
kontrol. Nisbah kelamin lalat buah yang ditemukan adalah hanya lalat buah jantan.
Tidak Tersedia Deskripsi
INVENTARISASI LALAT BUAH (BACTROCERA SP.) YANG TERPERANGKAP PADA BIOATRAKTAN MINYAK KAYU PUTIH KOMERSIAL DI TANAMAN MELON (CUCUMIS MELO) (MARDHIAH HAYATI, 2023)
KAJIAN KEKAYAAN JENIS DAN DISTRIBUSI SPASIAL LALAT BUAH (DIPTERA: TEPHRITIDEA) PADA TANAMAN INANG DI KOTA BANDA ACEH (Cut Januarita, 2019)
KERAGAMAN SPESIES LALAT BUAH (DIPTERA: TEPHRITIDAE) PADA JERUK LEMON DI KECAMATAN LEMBAH SEULAWAH KABUPATEN ACEH BESAR (Cut Zarra Fazia, 2017)
KAJIAN PEMANFAATAN ATRAKTAN MINYAK KAYU PUTIH (MELALEUCA LEUCADENDRA L.) DAN SERAI WANGI (CYMBOPOGON NARDUS L.) UNTUK MENGENDALIKAN SERANGAN LALAT BUAH PADA TANAMAN MELON (Alya Randah Aqilah, 2023)
PENGARUH KETINGGIAN PERANGKAP LALAT BUAH MENGGUNAKAN METIL EUGENOL LALAT BUAH TERHADAP POPULASI LALAT BUAH PADA TANAMAN JAMBU AIR (Putri Yawashli, 2024)