<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="92068">
 <titleInfo>
  <title>KEEFEKTIFAN DOSIS ATRAKTAN PETROGENOL DAN JUMLAH LUBANG PERANGKAP DALAM MENGENDALIKAN HAMA LALAT BUAH (DIPTERA :</title>
  <subTitle>TEPHRITIDAE) PADA TANAMAN JAMBU MADU</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Paijal</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Lalat buah (Diptera: Tephritidae) merupakan hama yang penting pada berbagai&#13;
tanaman pertanian. Kehilangan hasil yang diakibatkan oleh serangga hama lalat ini buah&#13;
berkisar anatara 30-60% dan pada populasi yang tinggi bisa mencapai 100%. Kerusakan&#13;
yang ditimbulkan oleh serangan hama lalat buah terdapat bintik hitam pada buah serta&#13;
gugurnya buah sebelum waktu kematangan yang diinginkan, sehingga menyebabkan&#13;
terjadinya penurunan kualitas produksi baik secara kuantitas maupun kualitas. Informasi&#13;
tentang pengendalian hama lalat buah dengan menggunakan atraktan petrogenol masih&#13;
belum diketahui oleh masyarakat petani jambu madu di Kota Banda Aceh. Tujuan&#13;
penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan dosis atraktan petrogenol dan jumlah&#13;
lubang perangkap dalam mengendalikan lalat buah, dan apakah ada intraksi antara dosis dan&#13;
jumlah lubang perangkap.&#13;
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) fola faktorial&#13;
dengan 3 ulangan dan 15 kombinasi sehingga diperoleh 45 unit percobaan. Perlakuan Dosis&#13;
(D) yang terdiri dari 5 taraf yaitu: D0 = Kontrol, D1 = Dosis 0,25 ml, D2 = Dosis 0,50 ml,&#13;
D3 = Dosis 0,75 ml, D4 = Dosis 1 ml. Perlakuan jumlah lubang perangkap yang terdiri dari&#13;
L2 = Dua lubang, L4 = Empat lubang, L6 = Enam lubang. Penelitian ini dilaksanakan di&#13;
Desa Rukoh, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh dan di Laboratorium Ilmu Ham&#13;
Tumbuhan Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala.&#13;
Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Desember 2020 sampai dengan Februari 2021&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spesies lalat buah yang ditemukan adalah&#13;
Bactrocera sp. Jumlah rata-rata populasi lalat buah yang terperangkap yaitu, 33.44, 27.11,&#13;
12.33, 6.89 dan 0 ekor untuk : 1 ml, 0.75, 0.50, 0.25 dan pada kontrol. sedangkan 0 pada&#13;
kontrol. Nisbah kelamin lalat buah yang ditemukan adalah hanya lalat buah jantan.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>92068</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-28 18:12:56</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-29 15:31:56</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>