<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="92065">
 <titleInfo>
  <title>TANTANGAN EKONOMI MEDIA PERS DI ERA DIGITAL (SUATU PENELITIAN DI BANDA ACEH)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>HANIFAH GINTING SUGIHEN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini berjudul “Tantangan Ekonomi Media Pers di Era Digital”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tantangan ekonomi media pers di Banda Aceh pada era digital. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Analisis penelitian ini berdasarkan pada teori Ekologi Media (Niche) oleh  Dimmick  dan  Rohtenbuhler  (1984)  yang  menganalogikan  fenomena  kompetisi antar industri media sebagai suatu proses ekologis. Teori Ekologi Media menjelaskan bahwa  media  sama  halnya  dengan  makhluk  hidup  yang  berusaha  mempertahankan kehidupan.  Media  membutuhkan  sumber-sumber  kehidupan  berupa  isi  (content), khalayak (audiences) dan iklan (capital). Persaingan  media memperebutkan sumber- sumber  kehidupan  tersebut.  Teknik  pengumpulan  data  pada  penelitian  ini menggunakan  teknik  wawancara  dan  informan  pada  penelitian  ini  berjumlah  4 (empat) orang, yaitu Serambi Indonesia, Rakyat Aceh, AJNN.net dan Acehtrend.com. Hasil  dari  penelitian  ini  menunjukan  adanya  berbagai  macam  tantangan  ekonomi yang dihadapi oleh media pers pada era digital ini. Media pers jenis cetak mengalami penurunan  oplah  surat  kabar  dengan  adanya  era  digital  ini  dan  tentu  sangat mempengaruhi  kondisi  ekonomi  perusahaannya.  Media  pers  jenis  siber  harus bersaing dengan kehadiran media sosial yang kini mulai digemari oleh khalayak yang membuat  media  pers  jenis  siber  mulai  ditinggalkan  dan  tentunya  juga  berpengaruh terhadap  ekonomi  perusahaannya.  Dengan  demikian  agar  media  pers  tetap  dapat bertahan  di  era  digital  harus  meningkatkan  kualitas  isi  (content),  kemudian  harus beradaptasi  dengan  perkembangan  digital  yakni  dengan  menggunakan  media  yang lebih  mudah  diakses  oleh  khalayak  (audiences),  agar  kemudian  dapat  menarik kerjasama-kerjasama  dengan  berbagai  pihak  untuk  memperoleh  keuntungan  bagi perusahaannya (capital). &#13;
Kata Kunci:  Komunikasi, Ekonomi, Media Pers, Era Digital.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>92065</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-28 16:48:09</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-29 15:17:47</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>