<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="92011">
 <titleInfo>
  <title>STUDI POTENSI ENERGI ANGIN DAN PERENCANAAN PEMILIHAN TURBIN ANGIN UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU DI PULAU WEH</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>RIZKI ABDILLAH AZMI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini membahas mengenai analisa potensi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Pulau Weh, Aceh. Di Indonesia Pemanfaatan energi terbarukan untuk tahun 2018 sebesar 8,8 GW atau sekitar 14% dari total pembangkitan energi listrik (fosil dan non fosil) yaitu sebesar 64,5 GW. Melalui PP No. 79 Tahun 2014, pemerintah menargetkan penggunaan energi terbarukan paling sedikit pada tahun 2025 sebesar 23%, dan pada tahun 2050 sebesar 31%. Untuk mendukung kebijakan tersebut, maka diperlukan kajian untuk memanfaatkan energi terbarukan ke depannya. Setelah dilakukan analisa potensi energi angin berdasarkan data harian kecepatan angin pada tahun 2019 dengan ketinggian 10 m di 10 lokasi wilayah Pulau Weh, titik lokasi yang paling berpotensi energi anginnya berada di S-1 pada latitude 5.887 dan longitude 95.238 di Kampung Iboih dengan nilai parameter k sebesar 2.09 dan c sebesar 5.19 serta diperoleh WPD sebesar 109.22 W/m^2 dan WED sebesar 956.74 kWh/m^2. Setelah dilakukannya ekstrapolasi data dengan menggunakan eksponen hellmann serta dilakukannya pemilihan turbin angin berdasarkan nilai Capacity Factor (CF) diperoleh 2 merk turbin yang paling efisien untuk kategori yang berbeda. Untuk kategori turbin angin kecil diperoleh WT-3 dengan nilai CF sebesar 50.42 % dengan daya rata-rata yang dapat dihasilkan sebesar 3.13 kW dan menghasilkan energi sebesar 29.13 MWh/y, sedangkan untuk turbin angin skala besar diperoleh WT-15 dengan nilai CF sebesar 32.58 % dengan daya rata-rata yang dapat dihasilkan sebesar 814.5 kW dan menghasilkan energi sebesar 7256.65 MWh/y.</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>92011</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-23 14:26:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-23 15:19:27</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>