Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI STUNTING (PENDEK) DENGAN STATUS ERUPSI GIGI MOLAR PERTAMA PERMANEN BAWAH PADA ANAK UMUR 6-7 TAHUN
Pengarang
MUHAMMAD AGUS RIZKI - Personal Name;
Dosen Pembimbing
Nomor Pokok Mahasiswa
1613101010040
Fakultas & Prodi
Fakultas Kedokteran Gigi / Pendidikan Dokter Gigi (S1) / PDDIKTI : 12201
Subject
Kata Kunci
Penerbit
Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021
Bahasa
Indonesia
No Classification
-
Literature Searching Service
Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)
Kata stunting pertama kali dikemukakan oleh waterlow sebagai salah satu klasifikasi malnutrisi dan kegagalan tumbuh kembang dalam pertumbuhan linier. Menurut World Health Organization (WHO), anak dikatakan stunting apabila nilai z-score TB/U kurang dari -2 SD (Standar Deviasi) dan apabila kurang dari -3 SD dikatakan severely stunted. Stunting terjadi karena kekurangan zat-zat penting bagi tumbuh kembang seperti protein, kalsium, fosfor, vitamin C dan vitamin D. Defisiensi zat-zat ini menyebabkan terganggunya kalsifikasi dan maturasi gigi yang akan menyebabkan terlambatnya erupsi gigi. Erupsi adalah pergerakan gigi ke arah rongga mulut dari posisi pertumbuhannya dalam tulang alveolar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi stunting (pendek) dengan status erupsi gigi molar pertama permanen bawah pada anak umur 6-7 tahun. Jenis penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Kecamatan Baiturrahman. Subjek berjumlah 60 anak yang terdiri dari anak normal dan stunting. Metode yang digunakan adalah dengan cara menilai level erupsi gigi molar pertama permanen bawah. Pengolahan data penelitian menggunakan software Statistic Product and Service Solution (SPSS) dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Korelasi spearman. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan nilai P=0.002 yang berarti menunjukkan ada hubungan antara variabel status gizi pendek (stunting) dan variabel status erupsi gigi molar permanen pertama bawah. Nilai R yang didapat berupa 0.387 yang berarti mempunyai korelasi yang cukup.
Kata Kunci : Stunting, Erupsi gigi
Tidak Tersedia Deskripsi
GAMBARAN KASUS PENCABUTAN MOLAR PERTAMA PERMANEN KARENA KARIES PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI POLIKLINIK GIGI BLUD RSUD MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2010 (Fandi Anggriawan, 2023)
GAMBARAN KASUS PENCABUTAN MOLAR PERTAMA PERMANEN KARENA KARIES PADA ANAK USIA RN6-12 TAHUN DI POLIKLINIK GIGI BLUD RSUDRN MEURAXA BANDA ACEH TAHUN 2010 (Fandi Anggriawan, 2015)
PENGARUH STATUS GIZI ANAK STUNTING (PENDEK) TERHADAP LAJU ALIRAN DAN PH SALIVA ( STUDI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH) (FATIN RIZKA, 2020)
PERBANDINGAN ANTARA STATUS KELAHIRAN (PREMATUR,NORMAL DAN LEWAT BULAN)DENGAN ERUPSI INSISIVUS SENTRALIS DESIDUI RAHANG BAWAH BERDASARKANN USIA KRONOLOGIS DI KOTA MADYA BANDA ACEH (Aidil Cahaya Rahmi, 2014)
HUBUNGAN KARIES GIGI (INDEKS DMF-T) DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA 11-12 TAHUN DI MIN MESJID RAYA BANDA ACEH 2011 (Widya Wati Sofiana, 2023)