<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="91939">
 <titleInfo>
  <title>KAJIAN DETEKSI CEPAT KLOR (CL) DALAM TANAH DENGAN TEKNIK LASER INDUCED BREAKDOWN SPECTROSCOPY (LIBS) MENGGUNAKAN LASER TEA CO2 SEBAGAI SUMBER EKSITASI</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>ARLIN MAYA SARI</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Banda Aceh</placeTerm>
   <publisher>Universitas Syiah Kuala</publisher>
   <dateIssued>2021</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Null</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Deteksi klor (Cl) dalam sampel tanah sangat penting untuk dilakukan. Salah satu teknik yang menjanjikan untuk deteksi cepat kandungan dari suatu sampel adalah teknik laser induced breakdown spectroscopy (LIBS). Penelitian ini bertujuan untuk deteksi cepat Cl dalam sampel tanah menggunakan teknik LIBS dengan laser transversely excited atmospheric pressure (TEA) carbon dioxide (CO2) sebagai sumber eksitasi. Ada beberapa metode preparasi sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode metal mesh, metode soil mixed with silicon grease (SMS) dan metode ekstraksi. Dalam penelitian ini, untuk deteksi awal garis emisi Cl sampel yang digunakan adalah polyvinyl chloride (PVC) dan sodium chloride (NaCl). Adapun sampel tanah yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel tanah standar (Japan industrial standar test powders 1 class 7) yang ditambahkan dengan garam Cl dan sampel tanah alami yang diambil dari wilayah Banda Aceh. Hasil deteksi pada sampel PVC dan NaCl menunjukkan garis emisi Cl ionik muncul pada jangkauan panjang gelombang cahaya tampak yaitu   476. 86 nm, 478.13 nm, 479.45 nm, 481.00 nm, 481.94 nm, 489.67 nm, 490.47 nm dan 491.77 nm. Pada kasus Cl dalam sampel tanah yang disiapkan dengan metode metal mesh, soil mixed silicon grease (SMS) dan metode ekstraksi, garis emisi Cl tidak dapat dideteksi. Garis emisi Cl dapat dideteksi dari sampel yang diekstraksi dari tanah yang ditambahkan pati. Metode ekstraksi dilakukan dengan mencampurkan sampel tanah dengan air dengan perbandingan 1:10 (tanah : air) dan ditambahkan pati. Air hasil ekstraksi dari sampel tersebut kemudian dipanaskan diatas plat logam dan ditembak dengan laser. Garis emisi Cl yang dapat dideteksi dari sampel yang dipreparasi dengan metode ekstraksi yang ditambah pati berada pada panjang gelombang 476. 86 nm, 478.13 nm, 479.45 nm, 481.00 nm, 481.94 nm, 489.67 nm, 490.47 nm dan 491.77 nm.&#13;
&#13;
</note>
 <classification>0</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION Universitas Syiah Kuala</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <slims:digitals/>
</mods>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>91939</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-07-15 21:22:20</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-07-21 11:39:41</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>