MODEL BANGKITAN DAN TARIKAN BERDASARKAN LOCATION QUOTIENT (LQ) DI KOTA BANDA ACEH | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL

MODEL BANGKITAN DAN TARIKAN BERDASARKAN LOCATION QUOTIENT (LQ) DI KOTA BANDA ACEH


Pengarang

ARIZAL - Personal Name;

Dosen Pembimbing



Nomor Pokok Mahasiswa

1609200060049

Fakultas & Prodi

Fakultas / / PDDIKTI :

Subject
-
Kata Kunci
-
Penerbit

Banda Aceh : Universitas Syiah Kuala., 2021

Bahasa

Indonesia

No Classification

-

Literature Searching Service

Hard copy atau foto copy dari buku ini dapat diberikan dengan syarat ketentuan berlaku, jika berminat, silahkan hubungi via telegram (Chat Services LSS)

MODEL BANGKITAN DAN TARIKAN BERDASARKAN
LOCATION QUOTIENT (LQ) DI KOTA BANDA ACEH

Arizal
NIM 1609200060049
Program Studi Magister Teknik Sipil
Jurusan Teknik Sipil – Fakultas Teknik
Universitas Syiah Kuala

Abstrak
Penelitian ini memodelkan bangkitan dan tarikan pergerakan yang terdiri dari
pergerakan yang dibangkitkan dan pergerakan yang tertarik berdasarkan location
quotient di wilayah Kota Banda Aceh serta mengetahui variabel yang
mempengaruhi bangkitan dan tarikan pergerakan. Data penelitian berupa data
sekunder Badan Pusat Statistika dan data primer melalui kuesioner secara random
sampling. Penentuan jumlah sampel menggunakan rumus slovin dan teknik analisis
dengan regresi linier berganda. Hasil regresi model bangkitan dan tarikan dilakukan
pada 3 kecamatan yang nilai LQ nya lebih besar dari 1 yaitu Kecamatan Kuta Alam,
Syiah Kuala dan Ulee Kareng. Hasil analisis model bangkitan sektor perkantoran
dan perekonomiaan di Kecamatan Kuta Alam, yang mempengaruhi bangkitan
secara signifikan adalah jumlah kepemilikan kendaraan dan pemilihan moda yang
berpengaruh secara negatif. Setiap kenaikan jumlah kendaraan dan pemilihan
moda, maka akan mengurangi bangkitan. Untuk daerah tarikan berpengaruh positif
terhadap jumlah kepemilikan kendaraan. Setiap kenaikan jumlah kepemilikan
kendaraan, maka akan bertambah tarikan. Sektor pendidikan di Kecamatan Syiah
Kuala, hanya jumlah kepemilikan kendaraan yang mempengaruhi bangkitan dan
tarikan secara positif. Artinya, setiap kenaikan jumlah kepemilikan kendaraan,
maka akan bertambah bangkitan dan tarikan. Sektor permukiman di Kecamatan
Ulee Kareng hanya pemilihan moda berpengaruh secara signifikan secara positif
terhadap bangkitan. Artinya, setiap kenaikan pemilihan moda, maka akan
bertambah bangkitan. Sedangkan tarikan hanya jumlah kepemilikan kendaraan
yang berpengaruh signifikan secara positif terhadap tarikan. Artinya, setiap
kenaikan jumlah kepemilikan kendaraan, maka akan bertambah tarikan. Saran
untuk pemerintah sesuai penelitian ini bisa menjadi acuan untuk peningkatan
kapasitas jalan dan tata guna lahan untuk menghindari kemacetan.
Kata Kunci : Model bangkitan dan tarikan, location quotient (LQ), regresi linier

berganda.

MODELLING OF TRIP GENERATION AND TRIP
ATTRACTION BASE ON LOCATION QUOTIENT (LQ)
IN BANDA ACEH

Arizal
Student Number 1609200060049
Master Program of Civil Engineering
Civil Engineering Department of Engineering Faculty
University Syiah Kuala

Abstract
This research modelling of trip generation and trip attraction which consist of trip
generation and trip attraction based on location quotient in Banda Aceh City as well
as knowing the variables that affect of the trip generation dan the trip attraction of
the movement. The research data is secondary data from the Central Bureau of
Statistics and primary data through questionnaires with random sampling.
Determination of the number of samples using the Slovin formula and analysis
technique with multiple linear regression. The regression results of the trip
generation and trip attraction models conducted in 3 districts whose LQ value is
greater than 1, namely Kuta Alam, Syiah Kuala and Ulee Kareng Districts. The
results of the analysis of the generated model of the office and economy sector in
Kuta Alam District, which affects the trip generation significantly is the number of
vehicle ownership and the choice of mode which have a negative effect. Each
increase in the number of vehicles and choice of mode will reduce trip generation.
trip attraction has a positive effect on the number of vehicle ownership. Every
increase in the number of vehicle ownership, there will be an increase in trip
attraction. In the education sector in Syiah Kuala District, only the number of
vehicle ownership has a positive effect on generation and trip attraction. This means
that every increase in the number of vehicle ownership, there will be an increase in
generation and trip attraction. The residential sector in Ulee Kareng District, only
the choice of mode has a positive significant effect on trip generation. That is, every
increase in the choice of mode, there will be an increase in trip generation.
Meanwhile, the trip attraction is only the number of vehicle ownership that has a
significant positive effect on trip attraction. Suggestions for the government
according to this research can be a reference for increasing road capacity and land
use to avoid congestion.
Key Words : Trip generation and trip attraction, location quotient (LQ),
regression linear multiple.

Tidak Tersedia Deskripsi

Citation



    SERVICES DESK